Candi Borobudur

Hai..

Beberapa waktu yang lalu saya sempatkan untuk berlibur agak jauh sedikit. Mengingat saya hanya punya budget kecil.

Perjalanan berawal dari kota tercinta saya Kediri menaiki bus (karena waktu fleksible) menuju Terminal Bungurasih Surabaya.

Selanjutnya dari Terminal Bungurasih Surabaya menuju ke Terminal Giwangan Yogyakarta. Tiket perjalanan untuk ekonomi cukup murah yaitu Rp 57.000, kalau patas sekitar Rp 80.000.

Tapi tidak masalah, saya pilih ekonomi. Saya cukup terkejut karena pertama kalinya menaiki bus malam. Perjalanan Surabaya-Yogyakarta hanya 7 jam (wagelaseh). Terlebih lagi selain supir yang tidak bisa didefinisikan cara menyetirnya, pak supir juga mendengarkan lagu dengan sound yang kencang (mungkin biar tidak ngantuk). Alhasil, susah tidur dengan nyenyak karena terlalu berisik -_-

Skip, sampai di Terminal Giwangan sekitar 15mnt sebelum Adzan Subuh berkumandang. Saya dan partner saya melipir sejenak untuk sholat di masjid terdekat Terminal Giwangan.

Sembari menunggu rentcar saya datang, saya makan snack dan tiduran diserambi masjid. Sejujurnya agak ngantuk juga karena tidur tidak nyenyak dibus. Berhubung saya deal jam 6 pagi, saat itu kebetulan ada problem dan molor hingga jam 7 pagi kami dihubungi dan diarahkan untuk menaiki Trans Yogyakarta menuju Terminal Gombor.

Biayanya cukup murah, Bus Trans Yogya Terminal Giwangan ke Terminal Gombor hanya sekitar Rp 4.000. Karena kebetulan garasinya berdekatan dengan Terminal Gombor. Its okay toh kami tidak terlalu terburu-buru dan sesuai jalur kami menuju Borobudur.

Jam 8 pagi, alhamdulillah sudah bertemu dengan Pak Hasbi (papanya Hanif, Hanif salah satu teman saya di yogya). Beliau cukup ramah dan baik. Mungkin Pak Hasbi ragu-ragu sedikit karena saya yang menyetir. 😁

Saya memilih rentcar di teman saya (Hanif) karena syaratnya tidak ribet. Hanya fc KK dan meninggalkan sim C. Cukup simple untuk tipe rentcar. Mungkin juga karena Hanif sudah percaya dengan saya 😁

Bertolak dari Terminal Gombor menuju Candi Borobudur. Lets Go!

Perjalanan kami tempuh sekitar dua jam karena jalanan padat kendaraan. Berhubung juga memasuki akhir liburan sekolah Candi Borobudur super super ramai :(. Antrian loket dan masuk sangat antri. Saya memutar otak untuk mengecheck Traveloka, mencari-cari tiket masuk tanpa perlu antri.

And we got it! Yay!

Harga di Traveloka juga selisih dengan yang ada diloket. Yaitu Rp 37.500 di Traveloka dan Rp 40.000 diloket untuk harga weekend.

Jika kalian wisatawan Mancanegara, biaya yang perlu dikeluarga untuk membeli tiketnya adalah USD 25 atau sekitar Rp 350.000 untuk orang dewasa dan USD 15 untuk anak-anak.

Tanpa perlu mengantri loket, kami memasuki ke foreign room untuk cetak tiket langsung. Tapi, untuk memasuki gate Candi tetap harus antri sih. But, its okay karena waktu kami tidak akan terbuang lebih lama. Hehe..

Oiya kawan-kawan, untuk memasuki wilayah Candi Borobudur tidak dikenakan untuk membawa makanan maupun snack. Jadi cukup membawa minum saja ya daripada disita saat memasuki ruang pemeriksaan.

Selesai memasuki security check.

Berhubung kami sudah lelah, disekitaran pintu masuk ada alternatif bagi kalian yang tidak ingin berjalan. Seperti tersedianya kereta mini Rp 10.000 per person (kurang lebih menunggu full 20 orang), ada kereta tayo dengan harga Rp 15.000 (kurang lebih 10 orang), bagi kalian sekeluarga dan tidak ingin diganggu oleh orang lain, tersedia mobil golf dengan harga Rp 20.000 perorang, dan kereta kuda (dokar) dengan harga Rp 100.000 perkereta, serta tersedia sepeda wisata Rp 15.000 persepeda. Kami berdua cukup memilih kereta mini. Ehehe..

Kereta yang kami naiki cukup berdekatan dengan jalan menuju naik Candi Borobudur. Jadi kereta ini hanya untuk sekali jalan, ketika menuruni candi, akan dikenakan biaya lagi.

Terakhir kali saya menaiki Candi Borobudur sekitar tahun 2016 saat Magang di Yogyakarta mengantar tamu yang berasal dari Sumatra. Hhm.. RIndu juga dengan Candi Borobudur. Seperti kembali bernostalgia dari Kelas 5 SD sekitar 2006 pertama kali ke Candi Borobudur dan berlanjut ke tahun-tahun berikutnya.

Hal menarik ketika saya mengunjungi Candi Borobudur, yaitu kurangnya kesadaran masyarakat terkait peraturan dilarang duduk di Stupa Candi Borobudur, banyaknya petugas yang berulang kali mengingatkan untuk tidak duduk disana, namun masih saja turis entah mancanegara maupun domestik tidak menghiraukannya.Please, jika kalian berkunjung ke lokasi wisata dimanapun tempat itu berada. Taati peraturan yang ada dan hormatilah, terlebih Candi Borobudur adalah salah satu tempat ibadah umat Budha.

Tentunya selain hal itu, jangan lupa untuk membuang sampah pada tempat sampah, serta pilahlah sesuai bahan tersebut.

Candi Borobudur
Candi Borobudur (saya duduk tidak di stupanya)

Saya sempat ingin membeli topi lebar saking panasnya diatas Borobudur, namun saya urungkan karena saya ada kacamata hitam hehe..

Sudah turun dari Candi Borobudur saya kembali menaiki Kereta Mini hehe.. Tentu saja keluar dari wilayah wisata, kamu akan dibelokkan melalui jalur Pasar untuk berbelanja maupun mampir ke warungnya untuk makan.

Selesai dari Candi Borobudur, kami cabut kembali menuju Yogyakarta menikmati malam di Malioboro sebelum besoknya kembali ke kampung halaman.

Sejujurnya banyak sekali wisata yang ingin saya tuju saat di Yogyakarta, seperti menikmati Sunset di Puncak Sosok, Hutan Pinus Mangunan, mampir nge ice cream di Tempo Gelato, mampir makan di Raminten Kitchen, ke Sarangeui Oppa, Chingu Cafe dan lainnya. Sayang sekali waktu tidak berpihak ke kami 🙁 Mungkin dengan begitu saya dan partner saya disuruh kembali ke Yogyakarta 🙂 eheh..

Kami bermalam di Hotel Front One Cabin yang kurang lebih 1km berjalan menuju Malioboro, harganya cukup murah. Tersedia juga kamar untuk single bed lho. Jadi bagi kalian yang solo traveller tidak masalah menginap dengan budget dibawah Rp 200.000. Bagi kalian yang ingin double bed bisa juga dengan budget diatas Rp 200.000. 🙂

Satu lagi info, jika kalian ingin menggunkan jasa rentcar bisa banget menghubungi teman saya. Check IG nya Hanif . Thank you for your sevice, mobilnya aman anti mogok-mogok club. Tentunya selain itu juga syarat yang cukup mudah. (Karena saya sempat cari-cari dilain tempat ada yang membutuhkan surat rekomendasi dari orang yang tinggal di Yogya, selain itu ada yang memerlukan fc PBB dan syarat ribet lainnya). Harga yang dipatok cukup standart per 24jam nya. Lain kali saya bakalan rentcar ke kamu lagi nif! Hehehe…

With Love

Mozarra

Leave A Reply

Navigate