Travelling Time

Ngopi Hits di Kedai Kopi 66 Kediri

Hai cah-cah Kediri dan lain daerah yang mampir ke blog saya. Bulan Juni yang lalu saya sempat ingin berkunjung disalah satu Kedai Kopi dengan konsep Outdoor dikelilingi pinus, yaitu Kedai Kopi 66. Lokasinya cukup jauh kurang lebih 20menit dari Kota Kediri, searah dengan Air Terjun Irenggolo dan Dolo. Sebenarnya sudah banyak berjajar cafe dengan konsep outdoor pinus disana, namun saya tidak kuat untuk semakin naik keatas. Dan pas sekali Kedai Kopi 66 adalah lokasi terstrategis yang saya temui. Berawal dari keinginan dan kenekatan saya dan ponakan-ponakan untuk berkunjung kesana pada malam hari. Jangan lupa bawa jaket tebal atau parasit ya gais, karena naik ke bukit/gunung itu super dingin, terlebih saat itu adalah puncaknya musim kemarau dan angin dingin di Kediri. Sesampainya di Kedai Kopi 66 saya cukup happy dengan suasananya. Beberapa kedai makanan berjajaran. Namun yang sangat disayangkan tidak semua spot makanannya buka saat malam. Padahal jika ingin makan soto…

Candi Borobudur

Hai.. Beberapa waktu yang lalu saya sempatkan untuk berlibur agak jauh sedikit. Mengingat saya hanya punya budget kecil. Perjalanan berawal dari kota tercinta saya Kediri menaiki bus (karena waktu fleksible) menuju Terminal Bungurasih Surabaya. Selanjutnya dari Terminal Bungurasih Surabaya menuju ke Terminal Giwangan Yogyakarta. Tiket perjalanan untuk ekonomi cukup murah yaitu Rp 57.000, kalau patas sekitar Rp 80.000. Tapi tidak masalah, saya pilih ekonomi. Saya cukup terkejut karena pertama kalinya menaiki bus malam. Perjalanan Surabaya-Yogyakarta hanya 7 jam (wagelaseh). Terlebih lagi selain supir yang tidak bisa didefinisikan cara menyetirnya, pak supir juga mendengarkan lagu dengan sound yang kencang (mungkin biar tidak ngantuk). Alhasil, susah tidur dengan nyenyak karena terlalu berisik -_- Skip, sampai di Terminal Giwangan sekitar 15mnt sebelum Adzan Subuh berkumandang. Saya dan partner saya melipir sejenak untuk sholat di masjid terdekat Terminal Giwangan. Sembari menunggu rentcar saya datang, saya makan snack dan tiduran diserambi masjid. Sejujurnya agak ngantuk…

Travelling Malacca

Hai.. Setelah kepulangan dari Korea, tentu saja rombongan transit di KLIA 2 pada tanggal 30 Oktober 2018. Sesampainya di KLIA 2, saya dan Mbak Shela harus berpisah dengan Mamak, Dedek, Mbak Nela dan Mbak Lia karena mereka langsung kembali ke tanah air. Huhu.. Sedih bukan main. 5 Hari travelling bersama serasa seperti keluarga yang saling melengkapi dan terpisahnya ditanah airpun jauh. Mamak di Papua, Dedek Dela di Makassar, Mbak Nela di Jakarta, Mbak Lia di Kalimantan. Jadi, untuk bertemupun sepertinya agak susah. Untung masih ada whatsapp yang menghubungkan kami. Terlebih kami telah mendapatkan kabar dari Mamak kalau dedek yang ada diperut mamak selama di Korea telah lahir, gans :3 Kami berdua menuju ke KLIA 2 Transportation Hub, yaitu tempat bus beroprasi dan memilih perjalanan ke Malacca pukul 18.15 by Trans Nasional Ekspress, biaya yang dikeluarkan seharga RM 24.10. Saya sudah menghubungi teman dari coachsurfing yang bersedia mengantar kami untuk bertamasya…

Korea Last Day

29 Oktober 2018 Hari terakhir di Seoul 🙁 Perjalanan kami diawali menuju ke Bukchon Hanok Village. Kamu dapat menuju ke tempat ini menggunakan kereta api yang berhenti di Stasiun Anguk dan keluar ke pintu exit 2. Kurang lebih berjalan sekitar 2-3km kamu akan sampai di area Bukchon Village. Di Bukchon Hanok Village ini tentunya ada tempat untuk menyewa Hanbok lho, harga sewa Hanbok dipatok mulai dari W7000 hingga W15.000, bahkan ada yang lebih mahal lagi jika bahan tersebut sangat bagus. Ketika sampai di Bukchon Village, kami disuguhi denga petugas yang mengingatkan dilarang ribut serta saat berbicara harus dengan bisik-bisik, dikarenakan sebetulnya Bukchon Village tersebut masih merupakan bangunan asli warga sekitar dan mereka sering kali merasa terganggu oleh wisatawan yang berisik. So, bila kamu berkunjung ke Bukchon Village, jangan kaget bila banyak sekali tanda dan petugas yang berjaga. Bila dilihat dari segi sejarahnya, arti dari Bukchon Village yaitu Kampung Utara, dikarenakan…

Travelling Backpacker ke Korea Selatan Day 4

Day 4, October 28th 2019 Setelah bersiap-siap dan sarapan seadanya di JJ Guest House (saya sarapan mi gelas :D), kami menuju stasiun Hongdae. Tujuan pertama kali yaitu Ewha Woman University. Daya tarik dari Ewha University ini terletak pada eksteriornya dan lingkungannya yang terasa seperti Little European terlebih didukung dengan suasananya yang sejuk karena memasuki musim gugur. University ini memang dikhususkan untuk perempuan. Tentunya didekat university selalu ada tempat perbelanjaan yang murah meriah. Setelah berfoto-foto di Ewha Woman University, kami sempatkan untuk makan siang disalah satu kedai halal dekat university. AYAAMMM.. 🙂 Saat itu kami membagi porsi karena perporsi ayam disini lumayan banyak (Mereka orang Korea tidak memakan ayam dengan nasi, jadi porsi ayamnya banyak sekali) saya berbagi dengan mbak Shela hehe.. Lumayan menghemat karena harganya W 16.000 untuk berdua. Lanjut berbelanja di area University. Selalu saja saat berbelanja saya tidak pernah sempat untuk mendokumentasikannya (karena lapar mata :3) Perjalanan selanjutnya…

Travelling Backpaker ke Korea Selatan Day 3

Setelah kemarin kami disuguhi oleh hujan gerimis deras gerimis, akhirnya perkiraan cuaca untuk hari ini sangat cerah. Maka dari itu kami pergi ke Nami Island. Yeay.. Dari Hongdae menuju Nami Island menghabiskan kurang lebih 4 jam perjalanan dan padat sekali di kereta. Karena menurut prediksi cuaca, hari-hari berikutnya akan ada hujan deras lagi. Serta Autumn kali ini adalah autumn terbagus sepanjang 3 tahun terakhir, jadi siapa yang mau menyianyiakan kesempatan bagus ini dong ya? Kami para turis bahkan harus berdesakan pula dengan orang lokal. Hihihi.. Selain dengan kereta, sebenarnya ada alternatif lain yaitu menggunakan suttle bus. Hanya saja, budget menaiki Kereta lebih murah guys. Hihi.. Setelah transit beberapa kali, akhirnya sampai di stasiun kereta Gapyong. Kita perlu mengantre taksi menuju tempat ferry untuk menyeberang menuju Nami Island. Harga taksi dari stasiun sampai parkiran pelabuhan berbeda-beda. Kebetulan saat itu sedang macet parah dijalan yang besar. Jadi, driver kami langsung puter arah…

Travelling Backpacker ke Korea Selatan Day 2

Jum’at, 26 Oktober 2018 Waktu Bagian Seoul.. Diawali dengan rintikan hujan dipagi hari. Tujuan pertama kami adalah Gyongbokgung Palace.  Berdekatan dengan istana tersebut, terdapat jua patung King Sejong ( Pencipta Huruf Hangul yang digunakan hingga saat ini). Gyongbokgung Palace adalah istana terbesar dibandingan istana yang lainnya. Terletak di Sajik-ro, Jongno-gu, Seoul. Memiliki jam kunjung sebagai berikut: Bulan November – Februari pukul 09.00-17.00 Bulan Maret – Mei pukul 09.00-18.00 Bulan Juni – Agustus pukul 09.00-18.30 Bulan September – Oktober pukul 09.00-18.00 Untuk berkunjung di Gyengbokgung Palace dapat menggunakan subway Gyongbokgung Station (Seoul Subway Jalur 3) dan Exit 5. Anguk Station (Seoul Subway jalur 3) dan Exit 1. Sangat disayangkan kami tidak masuk hingga ke bangunan utama dikarenakan cuaca tidak bersahabat, jarak yang terlalu jauh dan tentunya memasuki ruang utama harus berbayar :). So, next, perjalan kami menuju ke Insandong. Insa-dong, salah satu tempat belanja populer yang dikunjungi para turis…

Navigate