Uncategorized

Curhat Si Gigi Gingsul

Hi, im back setelah melewati beberapa minggu yang stuck karena ada perkuliahan juga. Akhirnya mood untuk menulis telah datang. Wuhuu~~~ Seperti judul yang tertera, kali ini saya ga lagi jalan-jalan karena masih ada kesibukan dikampung halaman dan sepertinya segmen kali ini lebih cocok sesi curhat. Kalau diedisi sebelumnya adalah curhat saya tentang kulit yang pernah bermasalah alias jerawat parah yang mungkin bisa kembali mulus meskipun ga mulus banget sih. Nah kali ini saya bakalan curhat masalah gigi saya yang 2 tahun pasca operasi impaksi gigi. Sebelumnya, dari kecil saya sudah punya gigi yang tidak rata, agak sensitif dan mudah rapuh. Mungkin karena faktor keturunan juga. Dari sini terkadang saya agak minder dengan teman-teman (sampai sekarang masih juga) yang giginya super rapi. Dengan gigi saya yang begini terkadang membuat saya males banget buat foto terlihat giginya. Serius, malah ga banget deh jatuhnya. Perhatiin deh foto-foto saya, pasti jarang ada yang kliatan…

Gunung Bromo

Beberapa hari yang lalu saya sempat posting di Instagram menanyakan perihal siapa saja yang belum pernah ke Bromo. Lalu saya jadi kepikiran, kenapa tidak buat postingan tentang Bromo ya? terlebih saya sudah berulang kali kesini dan agaknya sampai bosenpun tetap berangkat kesini. Hehe.. Jadi saya mau tanya buat kalian. Hayoo, siapa yang belum pernah ke Bromo angkat tangannya? Hihi.. Ingat pertama kali saya ke Bromo yaitu sekitar kelas 2 SMP itupun tanpa direncanakan kalau tidak salah sekitar tahun 2012 (Sudah lama sekali ya ternyata). Setelah mengikuti lomba tata boga disalah satu SMK di Surabaya dan memenangkan Juara Harapan 1. Saya seolah-olah mendapatkan hadiah khusus untuk berlibur dari kakak. Yeay! Kemudian saya kembali lagi ke Bromo saat SMA, yah ikut kakak yang kala itu entah kenapa berangkat saya juga lupa ehehe.. Kembali lagi berulang-ulang kesana saat saya keterima di Universitas Brawijaya Malang. Sampai yang kemarin sebelum puasa Ramadahan, saya kembali lagi…

Candi Borobudur

Hai.. Beberapa waktu yang lalu saya sempatkan untuk berlibur agak jauh sedikit. Mengingat saya hanya punya budget kecil. Perjalanan berawal dari kota tercinta saya Kediri menaiki bus (karena waktu fleksible) menuju Terminal Bungurasih Surabaya. Selanjutnya dari Terminal Bungurasih Surabaya menuju ke Terminal Giwangan Yogyakarta. Tiket perjalanan untuk ekonomi cukup murah yaitu Rp 57.000, kalau patas sekitar Rp 80.000. Tapi tidak masalah, saya pilih ekonomi. Saya cukup terkejut karena pertama kalinya menaiki bus malam. Perjalanan Surabaya-Yogyakarta hanya 7 jam (wagelaseh). Terlebih lagi selain supir yang tidak bisa didefinisikan cara menyetirnya, pak supir juga mendengarkan lagu dengan sound yang kencang (mungkin biar tidak ngantuk). Alhasil, susah tidur dengan nyenyak karena terlalu berisik -_- Skip, sampai di Terminal Giwangan sekitar 15mnt sebelum Adzan Subuh berkumandang. Saya dan partner saya melipir sejenak untuk sholat di masjid terdekat Terminal Giwangan. Sembari menunggu rentcar saya datang, saya makan snack dan tiduran diserambi masjid. Sejujurnya agak ngantuk…

Travelling Malacca

Hai.. Setelah kepulangan dari Korea, tentu saja rombongan transit di KLIA 2 pada tanggal 30 Oktober 2018. Sesampainya di KLIA 2, saya dan Mbak Shela harus berpisah dengan Mamak, Dedek, Mbak Nela dan Mbak Lia karena mereka langsung kembali ke tanah air. Huhu.. Sedih bukan main. 5 Hari travelling bersama serasa seperti keluarga yang saling melengkapi dan terpisahnya ditanah airpun jauh. Mamak di Papua, Dedek Dela di Makassar, Mbak Nela di Jakarta, Mbak Lia di Kalimantan. Jadi, untuk bertemupun sepertinya agak susah. Untung masih ada whatsapp yang menghubungkan kami. Terlebih kami telah mendapatkan kabar dari Mamak kalau dedek yang ada diperut mamak selama di Korea telah lahir, gans :3 Kami berdua menuju ke KLIA 2 Transportation Hub, yaitu tempat bus beroprasi dan memilih perjalanan ke Malacca pukul 18.15 by Trans Nasional Ekspress, biaya yang dikeluarkan seharga RM 24.10. Saya sudah menghubungi teman dari coachsurfing yang bersedia mengantar kami untuk bertamasya…

Persyaratan Dokumen VISA KOREA SELATAN

Hai.. Dari perjalanan saya ke Korea Selatan kemarin, tentunya penasarankan terkait apa saja yang harus disiapkan untuk memenuhi syarat Visa Korea yang katanya susah. Secara umum kamu memerlukan dokumen lengkap untuk apply Visa ya. Karena jika ada satu dokumen pendukung yang kurang, terkadang status visa bisa ditolak. Bahkan yang dokumennya lengkappun kamu juga perlu berharap-harap cemas. Berikut dokumen yang diperlukan untuk apply Visa Korea Selatan ( Versi Keberangkatan saya 2018 dan saran dari pihak ngetriv ) : Data Diri Passport Asli FC Passport (Point plus bila ada FC Stamp atau Visa negara yang sudah pernah kmau kunjungi) FC E-KTP FC Kartu Keluarga FC Akta Lahir Status Diri Surat keterangan bekerja dari kantor/ Surat sponsor/ Surat keterangan dari keluarga yang bekerja sebagai penjamin (Misalnya Ayah seorang PNS) atau Wirausaha (SIUP disertakan) Bukti Keuangan Rekening Koran 3 bulan terakhir (Bisa didapatkan di pihak Bank tempat kalian menabung). Sebaiknya bank yang ATMnya berlogo…

Korea Last Day

29 Oktober 2018 Hari terakhir di Seoul 🙁 Perjalanan kami diawali menuju ke Bukchon Hanok Village. Kamu dapat menuju ke tempat ini menggunakan kereta api yang berhenti di Stasiun Anguk dan keluar ke pintu exit 2. Kurang lebih berjalan sekitar 2-3km kamu akan sampai di area Bukchon Village. Di Bukchon Hanok Village ini tentunya ada tempat untuk menyewa Hanbok lho, harga sewa Hanbok dipatok mulai dari W7000 hingga W15.000, bahkan ada yang lebih mahal lagi jika bahan tersebut sangat bagus. Ketika sampai di Bukchon Village, kami disuguhi denga petugas yang mengingatkan dilarang ribut serta saat berbicara harus dengan bisik-bisik, dikarenakan sebetulnya Bukchon Village tersebut masih merupakan bangunan asli warga sekitar dan mereka sering kali merasa terganggu oleh wisatawan yang berisik. So, bila kamu berkunjung ke Bukchon Village, jangan kaget bila banyak sekali tanda dan petugas yang berjaga. Bila dilihat dari segi sejarahnya, arti dari Bukchon Village yaitu Kampung Utara, dikarenakan…

Travelling Backpacker ke Korea Selatan Day 4

Day 4, October 28th 2019 Setelah bersiap-siap dan sarapan seadanya di JJ Guest House (saya sarapan mi gelas :D), kami menuju stasiun Hongdae. Tujuan pertama kali yaitu Ewha Woman University. Daya tarik dari Ewha University ini terletak pada eksteriornya dan lingkungannya yang terasa seperti Little European terlebih didukung dengan suasananya yang sejuk karena memasuki musim gugur. University ini memang dikhususkan untuk perempuan. Tentunya didekat university selalu ada tempat perbelanjaan yang murah meriah. Setelah berfoto-foto di Ewha Woman University, kami sempatkan untuk makan siang disalah satu kedai halal dekat university. AYAAMMM.. 🙂 Saat itu kami membagi porsi karena perporsi ayam disini lumayan banyak (Mereka orang Korea tidak memakan ayam dengan nasi, jadi porsi ayamnya banyak sekali) saya berbagi dengan mbak Shela hehe.. Lumayan menghemat karena harganya W 16.000 untuk berdua. Lanjut berbelanja di area University. Selalu saja saat berbelanja saya tidak pernah sempat untuk mendokumentasikannya (karena lapar mata :3) Perjalanan selanjutnya…

Navigate