Curhat Masalah Kulit Wajah Saya

Categories Beauty, Chit-chatPosted on

Hola..

Merambah ke dunia beauty, kali ini ingin sekedar curhat tentang kulit muka saya yang berevolusi menjadi seperti pevita pearce diriku yang sebelum memasuki dunia perkuliahan. Mulus, halus dan tidak kusam.

Beberapa masalah kulit yang selama ini  saya alami dari lahir hingga umur 20 tahun nggak sebanyak pengalaman-pengalaman beautyblogger or vlogger. Niat saya hanyalah menshare tentang reaksi produk-produk yang menurut “KULIT” saya tidak cocok.
Sebelumnya, saat SD-SMP-SMA kulit saya nggak ada masalah, tipikal kulit normal tapi agak kusam (Ya iyalah belum bisa dandan  -___- ) Pertama kali produk yang sering saya pakai setiap harinya saat SMP adalah Citra Mutiara (Kehasut iklan putih cantik merona berkilau). But semua itu berjalan dengan aman-aman saja. Tidak ada reaksi khusus yang terjadi karena memakai pelembab tersebut. Karena keanehan yang terjadi di muka saya rada berkinclong kerlap kerlip yang bikin sensasi aneh ._. maka dari itu saya beralih ke olay natural white. 
Saat SMA beralihlah ke garnier lemon karena kebujuk iklan lagi di tipi. (Bbbzzz) Dan semenjak kulit jarang berjerawat, beralihlah ke garnier sakura white saaaampai kuliah. Kulitku tipikal aman-aman saja untuk di pakaikan produk apapun. Termasuk saat saya dimake up in tebal. Bahkan belum seperawatan sekarang ini kulitku aman-aman dan mulus saja. Dengan setiap sebelum dandan saya menggunakan es batu. Barulah saya memakai garnier sakura white sebagai pelembabnya.
Semua berubah ketika Yogya menyerang (Alay) Nope, Ketidakcocokan saya untuk tinggal lebih lama di Yogyakarta..

Foto Ketika SMP menjelang SMA

(2016, Maret)
Di Yogya ini kebetulan saya mendapatkan kos yang diluarnya bagus tapi didalamnya kurang yes. Sebelumnya saya tidak menduga jika semua ini kesalahan saya memilih kos. Berawal dari bruntusan di sekitar jidat yang tidak henti-hentinya datangnyapun keroyokan..

Bruntusan ini mulai dataang di bulan Maret itu juga. awalnya karena saya kira faktor udara di Yogya yang berdebu dan panas. Saya tidak pernah curiga dengan hal lainnya. Masih saja saya pakai pelembab garnier sakura atau olay natural white dan pembersih wajah yang biasa seperti garnier anti jerawat. Namun bukannya sembuh justru bruntusan tersebut merembet ke bagian pipi dekat telinga. Alhamdulillahnya bagian situ sering tertutup. Jadinya tak banyak orang mengetahui hal tersebut.

Untuk kesekian kalinya saya berfikir kembali, apa penyebab munculnya bruntusan dan jerawat ini ? bahkan setelah 19 tahun aman-aman saja. Kenapa baru saat ini? Saya yang tidak punya pengalaman tentang jerawat merasa gupuh dan bingung menghadapinya. Menurut saya, bruntusan dan jerawat ini tidak wajar. Banyak yang bilang jika saya mengalami puber yang terlambat (maybe yes).

Ternyata setelah 2 bulan saya menyadari satu hal penyebab semua ini datang, awalnya saya curiga dengan hampir penghuni kost yang memiliki masalah hampir sama seperti saya. Bahkan ada yang sampai konsultasi ke dokter dan pakai krim dokternya. Saya takut dengan krim dokter, terutama takut jika nantinya akan kecanduan dengan obatnya. Kecurigaan saya semakin kuat ketika kosan saya 3x diperbaiki tandonnya. Ada apakah gerangan?

Dari situ saya bertanya-tanya kepada penghuni kos yang lama. (Lebih dari 10 tahun di kos tersebut). Jadi sejujurnya tandon itu nggak pernah dipersihkan selama 10 tahun. (Ibu kos sudah dilapori tapi tidak ada reaksi) Bahkan ketika aku sendiri mengalami kran yang muncul uget-ugetnya ketika kran tersebut tidak diberikan penyaring. Ewh.. Jijik..

Mau pindah kosan tapi kurang beberapa hari lagi saya selesai magang di Yogya. Mau ga pindah tapi jijik ga karuan. Akhirnya saya siapkan mental untuk tetap menetap di kos tersebut.

Belum selesai sampai disitu, kulit saya kembali meradang ketika saya magang di surabaya.

(2016, Agustus)
Pertama kalinya saya menggunakan produuk skincare dan produk tersebut bereaksi bagus di kulit saya selama sebulan. Kejadian tidak mengenakkan kembali terulang ketika saya kos di Surabaya. Air di kamar mandi agak kuning dan berbau. Namun para penghuni dikos saya mukanya justru bersih dan tidak ada maslaah. Dengan begitu saya menyimpulkan kos ini aman.

Saya mengganti pola makan saya menjadi sayur hampir disetiap harinya. DAn rutin-rutin menggunkan produk skincare tersebut. Namun, selisih beberapa hari sejak saya di Surabaya. Produk ini tidak bereaksi bagus dikulit saya. Ada apakah ?

Jerawat saya semakin membesar dan sakit di pipi. Bekas-bekasnyapun sulit untuk menghilang. Saya tidak tahu lagi harus bagaimana. Sejujurnya malu untuk pergi kemana-mana. Hanya berdiam diri di kos dan tempat magang sambil berharap-harap cemas waktu segera selesai dan saya bisa kembali pulang ke kampung halaman.

Saya berfikir bahwa saya satu-satunya yang tidak cocok dengan air yang berada di Surabaya. Namun ketika saya pulang. Saya benar-benar berhenti menggunakan produk skincare tersebut. Dan selama 2 minggu saya benar-benar tidak menggunakan produk make up kecuali bedak bayi dan lipstick. Bude menyarankan untuk menggunakan masker alami bengkoang diparut dan diberi perasan jeruk nipis karena tetangga sebelah mengalami hal yang sama bahkan lebih parah daripada yang saya alami namun hasilnya beliau bagus. Jadi bude memarutkanku bengkoang (parutan beserta airnya bengkoang) + perasan jeruk nipis yang lebih banyak atau bisa dikatakan 1:2

Sebelum saya kembali ke Malang atau Kediri, saya sudah mencoba untuk menggunakan masker madu murni, namun tidak ada hasilnya. Saya sudah menggunakan masker ampas teh juga tidak mempan. Nah, apa salahnya mencoba resep dari bude.

Dari situ mulai ada kecocokan di wajah saya. Jerawat mulai mengempes dan tidak sakit lagi di area pipi. saya pakai masker tersebut hampir setiap hari dan digunakan mulai tidur hingga esok paginya. Ada sensasi mengelupas-lupas ampas bengkoangnya sangat menyenangkan (hehe)

Sejak saat ini ada hampir 1 bulan atau 2 bulan saya lepas dari skincare(November-Awal Januari). Barulah di awal Februari saya memulai menggunakan skincare Mineral Botanica. Tapi saya menggunakan produknya yang kulit normal (hijau). Memang produk ini tidak banyak membantu, namun lumayan memberikan hasil yang melembabkan karena setelah sekian lama saya tidak memakai skincare.

Kulit saya memang belum sepenuhnya kembali, namun saya mulai berani untuk menggunakan bb cream atau cc cream. Dan saat ini Alhamdulillah sedikit demi sedikit saya mulai merawat wajah saya lebih intensif daripada sebelumnya, lebih teliti memilih kosan daripada sebelumnya serta lebih memilih makanan dan menghindari jajanan gorengan meskipun nikmatnya tiada tandingannya :3
Namun ada satu hal yang saya agak susah rutin lakukan. Olahraga.. But, yasudahlah ya. Sedikit-sedikit juga sudah olahraga jari.
Sekarang saya menggunakan skincare Laneige kadang pakai waterbank kadang pakai white dew. untuk facial washnya saya tetap pakai mineral botanica yang botol (bukan tube). 
Yahh.. semoga saja kulit saya sudah kembali menjadi kulit normal. (Jerawat sudah tidak keroyokan. paling hanya 1-3 saja. Dan tentunya, tidak sampai seminggu sudah sembuh).
Curhat colongannya udahan deh 🙂

Sincerely,

Writer ❤

Mozarra

Travelling addicted.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *