Gunung Bromo

Beberapa hari yang lalu saya sempat posting di Instagram menanyakan perihal siapa saja yang belum pernah ke Bromo. Lalu saya jadi kepikiran, kenapa tidak buat postingan tentang Bromo ya? terlebih saya sudah berulang kali kesini dan agaknya sampai bosenpun tetap berangkat kesini. Hehe..

Jadi saya mau tanya buat kalian. Hayoo, siapa yang belum pernah ke Bromo angkat tangannya? Hihi..

Ingat pertama kali saya ke Bromo yaitu sekitar kelas 2 SMP itupun tanpa direncanakan kalau tidak salah sekitar tahun 2012 (Sudah lama sekali ya ternyata). Setelah mengikuti lomba tata boga disalah satu SMK di Surabaya dan memenangkan Juara Harapan 1. Saya seolah-olah mendapatkan hadiah khusus untuk berlibur dari kakak.

Bromo 2012

Yeay!

Kemudian saya kembali lagi ke Bromo saat SMA, yah ikut kakak yang kala itu entah kenapa berangkat saya juga lupa ehehe.. Kembali lagi berulang-ulang kesana saat saya keterima di Universitas Brawijaya Malang. Sampai yang kemarin sebelum puasa Ramadahan, saya kembali lagi kesana dengan teman-teman geng woles saya plus satu orang penyusup #ups rara adik saya ehehe..

Saya, Rara, Dhea, Dinda, Dimas, Kariel. Berbekal mobil yang dikendarain Kariel dan berangkat dari Malang. Kami berkumpul di kos Dhea yang dikenal sebagai Basecamp ea.. Menanti kami fullteam dulu karena seperti saya berangkat dari Kediri, Kariel dari Gresik.

Tentunya perorang memerlukan 200rb. Seperti biasa, saya selaku bendahara yang memegang keuangan dan mencatat biaya apa saja yang diperlukan. Termasuk BBM, biaya Jeep, serta tiket masuk dll.

Saat team lengkap kami leha-leha dulu di Base camp karena waktu masih menunjukkan pukul 10 malam hari. Rencana keberangkatan pukul 11 malam atau lebih. Selama diperjalanan saya hampir tidak tertidur, atau tertidur sejenak saja. Skip

Langsung ketika sampai Pos I dan seperti biasa pastinya ada yang menawarkan Jeep. Ketika itu Kariel langsung gercep berbicara dengan driver untuk bergenosiasi. Ehehe.. Supir beralih menjadi Dimas dan Kariel berangkat didepan kami bersama driver jeep sebegai penunjuk jalan.

Sampai di Pos II dari Rush berganti menjadi Jeep. Tentunya kami memasuki pos yang berbeda dari pembayaran normal. (Mungkin banyak orang tidak tau pos tersebut karena saya sendiri baru pertama kali melewati jalan itu).

Tujuan pertama selalu Penanjakan Bromo Sunrise. Karena berangkat santai dan tidak terlalu awal sampai, tentu kami tidak menunggu lama untuk Sunrise di Penanjakan Bromo. Terlebih H-2 Puasa Ramadhan disaat weekend, jadi tidak terlalu ramai. Kami bisa berpindah spot-spot dengan mudah.

Sunrise Bromo
Sunrise Bromo

Tidak berlama-lama ada di Penanjakan Bromo, perjalanan selanjutnya adalah Bukit Teletabis. Bahkan ada Teletabisnya beneran guys. Enaknya di Bukit Teletabis dulu karena saya bisa ke kamar mandi. hehe, dan bisa touch up sebelum berfoto-foto cantique. Oke siap take foto dan mentake foto teman-teman sampai bosen.

Bukit Teletabis Bromo

Pemberhentian selanjutnya adalah Pasir Berbisik. seharusnya kami berhenti di Pasir Berbisik terdahulu karena suasananya masih mistis dan banyaknya embun disekeliling. Sayang sekali kami melewatkan embun di Pasir Berbisik dan mendahulukan Bukit Teletabis. Mungkin bisa menjadi bahan pembelajaran bagi saya dan kalian guys utamakan foto aestetik. Uhuk..

Perjalanan kami telah usai, saatnya kembali ke Pos II menyusuri hutan menggunakan Rush milik Ka Ariel dan kembali ke Malang sayang. Sebelum pulang, kami menyempatkan diri untuk makan siang di Warung SS.

Mari hitung Biaya yang dikeluarkan dari Malang-Bromo-Malang :

  1. Memasuki pos I kami ditarik Rp 30.000 untuk mobil
  2. Saat di Pos II. Kurang lebih biaya yang kami keluarkan keseluruhannya Rp 842.000 (untuk jeep Rp 650.000 dan 6 orang Rp 32.000/orang). Harga ini beralih-alih untuk low seasonnya kawan-kawan, dan harus pintar bernegosiasi.
  3. Biaya BBM untuk Rush Rp 200.000 (Bonus dari Kariel katanya tidak usah bayar)
  4. Biaya untuk menghangatkan diri bersama teh hangat, kopi hangat dan gorengan sekitar Rp 60.000 keseluruhannya
  5. Biaya makan di Warung SS. Rp 175.000
  6. Biaya parkir dan jajan yang tidak subsidi dari saya Rp 20.000
  7. Tersisa Rp 73.000 kami kembalikan ke Ka Ariel karena bagaimanapun BBM tetap harus diisi. 🙂

Mungkin ada yang berminat ke Bromo? atau butuh kami sebagai pendamping liburan kalian? Asique..

NB : Saat kami berangkat status Gunung Bromo saat itu siaga, jadi kami tidak menaiki puncaknya. Namun saat ini sudah kembali dibuka. Kalian bisa menanjak manual dari parkiran Jeep atau bisa menaiki kuda kurang lebih berbayar Rp 100.000 – Rp 150.000 untuk menaiki dan menuruni medannya, lalu dilanjut dengan menaiki tangga. Atau kalian bisa berfoto dengan kuda hanya Rp 10.000- Rp 20.000 dengan background Gunung Bromo.

Love,

Mozarra

Leave A Reply

Navigate