Korea Last Day

29 Oktober 2018

Hari terakhir di Seoul 🙁

Perjalanan kami diawali menuju ke Bukchon Hanok Village. Kamu dapat menuju ke tempat ini menggunakan kereta api yang berhenti di Stasiun Anguk dan keluar ke pintu exit 2. Kurang lebih berjalan sekitar 2-3km kamu akan sampai di area Bukchon Village.

Di Bukchon Hanok Village ini tentunya ada tempat untuk menyewa Hanbok lho, harga sewa Hanbok dipatok mulai dari W7000 hingga W15.000, bahkan ada yang lebih mahal lagi jika bahan tersebut sangat bagus.

Ketika sampai di Bukchon Village, kami disuguhi denga petugas yang mengingatkan dilarang ribut serta saat berbicara harus dengan bisik-bisik, dikarenakan sebetulnya Bukchon Village tersebut masih merupakan bangunan asli warga sekitar dan mereka sering kali merasa terganggu oleh wisatawan yang berisik. So, bila kamu berkunjung ke Bukchon Village, jangan kaget bila banyak sekali tanda dan petugas yang berjaga.

Buckhon Hanok Village

Bila dilihat dari segi sejarahnya, arti dari Bukchon Village yaitu Kampung Utara, dikarenakan berlokasi di sebelah utara sungai Cheonggye. Bukchon Hanok Village ini merupakan pemukiman dari pejabat dan anggota keluarga Kerajaan dari Dinasti Joseon.

Selanjutnya, kami menuju ke Itaewon Centre.

Itaewon Centre adalah salah satu kota muslim terbesar di Seoul. Dan, terdapat banyak makanan halal serta travel umroh & haji. Serta dipusatnya terdapat masjid yang megah bernama Itaewon Mosque, letaknyapun diatas bukit yang memungkinkan kita untuk melihat pemandangan dari masjid tersebut. Bukan hanya digunakan sebagai masjid, masyarakat sekitar menggunakannya sebagai sekolah berbasis islami. Subhanallah..

Cara menuju tempat ini yaitu kamu bisa turun dari kereta di Stasiun Itaewon dan berjalan sejenak kurang lebih 1-1.5km. Sengat disayangkan kami tidak boleh memotret didalam Masjid. 🙁

Masjid Itaewon

Sebelum memasuki Masjid Itaewon sebetulnya kami sempatkan untuk makan siang di salah satu restaurant halal disana langganan mbak ina, eheh.. Setelah Sholat dan berfoto-foto kami melanjutkan perjalanan menuju Line Store ke dua (Sejujurnya, saat di area Ewha Woman University kami sempat mampir juga di Line Store, akan tetapi hanya sebentar dan lebih kecil dari yang ada di area Itaewon).

Setelah dari Itaewon Centre, kami melanjutkan perjalanan menuju Namdaemun Market. Nah disini nih teman-teman saya merekomendasikan tempat untuk membeli oleh-oleh. Banyak sekali aneka pernak pernik dan makanan yang ada disini (pilihlah yang halal bila kamu muslim).

Namun beberapa pedagang yang berada disini agak susah berkomunikasi berbahasa inggris. Eits, tenang saja disana ada juga orang-orang yang membantu turis dan menunjukkan arah kemana saja yang kamu perlukan. Seperti saat itu saya menanyakan ATM terdekat bahkan mereka mengantarkan serta membantu kami menarik tunai ATM (karena saat itu kami serombongan berpisah membeli barang-barang yang kami perlukan ehehe)

Disana saya membeli piring yang tercetak tulisan Seoul serta bergambar salah satu ikon Seoul, untuk pajangan dirumah karena kami koleksi, hihi.. Penjualnya sangat baik dan ramah bila kamu juga ramah. Saya juga pernah bertemu dengan penjual galak, karena orang asing yang beli sebelum saya sangat plin-plan memilih baju serta ujung-ujungnya tidak jadi beli dipenjual tersebut, jadinya kami kena getahnya deh.

Lanjuuuttt.. kami kembali menuju ke Myondong. Karena beberapa dari kami masih ingin berbelanjaaaaa.. Hehehe.. Sebelumnya sangat perlu dibandingkan apabila kamu ingin berbelanja Kosmetik di Myondong, yaitu

  1. Harga, bila harga sama dengan di Indonesia. Amannya, belilah di Indonesia. Mengapa? Karena kamu terhitung membeli oleh-oleh yang diberi batas MAX pembelian USD 500 agar tidak terkena beacukai.
  2. Kamu juga merugi karena perlunya pembelian Bagasi (Barang berbahan cair max 100Ml yang ada dikabin).
  3. Kecuali barang tersebut tidak ada di Indonesia, wajar bila kamu membelinya.

Saya menghabiskan uang disini untuk oleh-oleh kosmetik, innisfree yang beli 1 gratis 1. Membeli sheet mask Nature Republic beli 20 gratis 20 dengan harga Rp 6500 persheet :D. Sedangkan di Indonesia rata-rata sekitar Rp 10.000 keatas per sheetnya. Jadi benar-benar pastikan kamu tau apa yang kamu beli, jangan sampai justru merugikan kamu. Apabila ada teman yang titip, pastikan dia membayar lebih dari harga yang sudah tertera karena dia juga ikut berpartisipasi untuk membayar bagasimu. Kecuali kamu ikhlas.

Mbak Ina and I

Bagasi dari Korea ke Malaysia terhitung lebih mahal lho daripada saat berangkatnya. Kecuali kamu patungan dengan temanmu. Itu bisa meringankan biaya yang melonjak. ehehe..

Packing Time..

Rasanya seperti nggak ikhlas untuk pulang, namun saya merindukan rumah dan makanannya, bakso, soto, oh tidakkk… Tapi saya masih perjalanan ke Malacca.

Seoul, October 31st 2018

Sejak dini hari jam 4, kami memulai perjalanan menuju Airport untuk kepulangan INC-KLIA.

Bye Seoul…

Gate Goodbye

Perjalanan yang sangat menyenangkan.. (: Trip ini disponsori oleh Ngetriv check IG mereka dan apabila kamu ingin berwisata tanpa ribet mencari teman dan itinerary. Cukup Join Grup mereka, harga backpacker rasa private tour (: Ownernya, mbak Ina dan Mas Fajar super baik dan ramah. Tentunya jangan lupa check Website mereka ya, dan dapatkan beberapa info menarik dari email yang mereka kirimkan. (Trusted guys).

Tunggu perjalanan saya selanjutnya ke Malacca. (:

With Love

Mozarra

Wanna see my youtube channel about this trip? Check this out..

Leave A Reply

Navigate