Home Travelling Time Malaysia First Time (Alone) – Pertama

Malaysia First Time (Alone) – Pertama

213
0
Hai, hai..
Sudah bisa nebakkan dari judul postingan kali ini.  Eh gabisa yak ? So, perjalananku kali ini adalah ke Malaysiaaaaa.. Yey! Berawal dari keisengan niat untuk solo travelling keluar negeri dan terciptalah perjalananku ke Malaysia January lalu.
Plan ini tersusun kurang lebih 2 minggu dengan susunan yang nggak rapi sama sekali #janganditiru yak, semua bermodalkan nekat dan uang “aslinya” seadanya. Tapi Alhamdulillah, ada suntikan dana dari kakakku dan mama yang support perjalananku 
. (Aslinya cerita ke mama setelah semua tersusun H-1 baru bilang, whehehe. yang penting sudah izin) eheheh

Keberangkatan pada tanggal 26 Januari 2017 menggunakan Airasia airline (hunting termurah) Akhirnya dapat tiket PP seharga 1.4juta, berhubung aku bawa koper yang ukurannya tidak bisa dimasukkan ke cabin jadi aku nambah bagasi 20kg per perjalanan. So, total Flight ku seharga 1.8juta. 
Kok mahal ? padahal cuma ke Malaysia ?
Ya aku juga nggak terlalu tau sih, intinya ini tuh masih termasuk dari harga highseason karena tanggal 28 Januari nanti ada Imlek. Sudah terjawab ?

Sengaja aku mencari tanggal akhir Januari karena memang plannya dan ngumpulin uangnya whuehe.. Yap keberangkatan dimulai dari Kediri – Surabaya jam 2 pagi naik bus Harapan Mertua #eh Harapan Jaya yang sangat sepi. Ditemani oleh partner setia jalan-jalan. Asli ngantuk nggak karuan, bus berkendara dengan kecepatan yang awur-awuran tapi masih bisa tidur sih akunya walaupun kebangun-tidur-kebangun-tidur mulu. 

Yang penasaran tarif busnya Harapan Jaya Kediri-Surabaya nih ku kasih informasi. Untuk tiket bus ekonomi seharga 20.000, kalau tiket patas seharga 35.000. Harga itu tidak berlaku saat musim liburan ya. Soalnya pernah juga naik patas saat liburan dapat seharga 45.000

Dan sampai di Bungurasih Terminal jam 4 pagi (padahal bukan patas). Istirahat sejenak, akhirnya sarapan dulu disalah satu warungnya. sambil lehaleha menentukan transport apa yang akan dipakai untuk menuju ke Bandara. Ngitung-ngitung sambil berhemat, kalau naik bus damri kena ongkos 25.000 perorang, coba buka uber car ketemu dengan tempat tujuan ke T2 dapat 35.000. Yap, akhirnya kita berdua memilih untuk naik uber aja #lebih hemat untuk patungan.


Okay, sampai di Bandara dari jam 06.00. Sedangkan scheduleku pukul 08.45 pagi. Akhirnya duduk-duduk, cari atm, ke toilet, ngobrol. Pukul 7 aku masuk ke gate check in. Eh sebelum itu, masukkan koper ke bagasi security check dulu. Baru deh berbekal ransel proses check in dan imigrasi dimulai.

Imigrasi nggak terlalu sulit untuk wilayah di Indonesia. Mungkin karena merekapun juga berbahasa Indonesia kali yak. Jadi jawabnya gampang-gampang enak. Palingan pertanyaannya sekedar kayak gini :

1. Ke Malaysia dalam rangka apa ?
– Travelling

2. Nanti tinggal dimana selama disana ?
– Ada kakak tingkat yang lagi exchange disana, dan sudah pesan hostel di area chinatown

3. Disana berapa hari ?
-5 hari

4. Sudah pesan tiket pulang? (yang satu ini wajib yak sudah pesan, karena mereka butuh keyakinan bahwa kita bakalan pulang, alias bukan jadi imigran gelap nantinya disana)
-Sudah. #kemudian dicheck

Nah pertanyaan-pertanyaan selanjutnya aslinya nggak penting-penting amat sih, tapi akhirnya diajakin ngobrol mas-masnya imigrasi. Kakak tingkat exchangenya berapa lama, kamu nggak skalian exchange? dan lain sebagainya…

Proses imigrasi tolong jangan bohong ya. Mereka tuh kayak detektif, kalau gugup atau bahkan salah ngomong sengaja berbohong dll biasanya mereka bisa detected. Amazing bro!

Proses Imigrasi lancar dan nggak terlalu antri, Alhamdulillah.. Yap jam 8an baru proses check in Airasia. Baru dari situ aku dapat tempat duduk deh dan gate berapanya baru tau. Akhirnya duduk-duduk manja di deket gate boarding. Sampe bosen karena delay tapi beberapa menit aja sih. Wheheh.. kurang lebih jam menandakan pukul 09.15 Akhirnya airlinenya siap buat take off..

 Perjalanan kurang lebih 3 jam dari Juanda Surabaya menuju KL Airport. Ditambah ada zona waktu yang berbeda jadinya kliatan banget kalau 4 jam bedanya._. Sampai kurang lebih jam 13.00 Berhubung aku turun pada bandara KLIA2 dan pintu keluarnya KLIA1 jadi jalan muter lumayan jauh deh. Nah sebelum keluar dari bandara tentunya ada proses imigrasi lagi dong dan di cap paspor kita tanda masuk. Di bandaranya dibedakan antara warga domestik dan internasional serta yang berpaspor warna merah. Check perbedaan disini Passport Typical Detected

Nah gini nih mulai deh kalau di negara orang apalagi yang baru masuk ke Malaysia. Antrinya lama sekali dan bejibun orang bertumpuk-tumpuk. Dan petugas imigrasinya ngomong Malaysia (Padahal jelasjelas masuk gate Internasional) Yak nggak paham-paham amat sih, jadi dijawab seadanya pakai bahasa inggris (basic shay, jadi harus bisa yaw! even when you just say a word or two word, that’s better then you never try, btw kalimatku aja salah kaprah grammarnya. Ya itu tuh gunanya kalian-kalian pergi ke luar negeri apalagi solo travelling, bisa jadi bekal hidup dah. #Nomer ke sekian setelah Tuhan dan yang lain-lain yak ._.v)

Yap, petugasnya itu rada judes (kudu siap mental walaupun nggak semuanya kayak gini), dan dia ngomongnya itu pelan. Aku dengernya apa, jawabnya apa. Lah banyak yang misskom dah, tapi finally nggak ada 15 menit udah lolos imigrasi kok #Alhamdulillah, soalnya saking banyak yang ngantri sih. Sekilas pertanyaannya hampir sama seperti waktu di imigrasi Indonesia.

Oiya sedikit cerita untuk di imigrasi Malaysia. Berhubung aku turun di KLIA, jadi aku tidak dikenakan biaya lebih. Aku pribadi kurang tau fungsi biaya tambahan itu apa. Tapi pernah ada temannya kakakku itu sengaja naik airline yang flight schedulenya turun ke Johor Baru dan dia sempat dibongkar kopernya entah karena ada apanya tapi setelah itu nggak ditemukan barang mencurigakan dan akhirnya koper dibalikin lagi serta kena biaya istilahnya mereka kayak pajak orang travelling gitu sekitar + Rp 50.000,- . #Sekedar sharing karena waktu itu mbaknya nanya ke aku. #Dan akhirnya dia males kalau flight turun ke Johor
Kembali ke perjalananku keluar gate sudah ada kakak tingkatku yey yang selama perjalanan 2 hari 2 malam nanti bersama dengannya~ Dari Airport kita berdua membeli tiket bus untuk ke Terminal Berpadu Selatan, terminal ini fungsinya untuk transport kita nantinya menuju Apartementnya kak Yasmin by LRT a.k.a kereta listrik.
Perjalanan kurang lebih 1 jam dari KLIA1 menuju TBS, dan menuju ke stasiun untuk ke LRT. Biaya yang dikeluarkan dari TBS-Ampang (Her Apt) nggak mahal-mahal amat kok, kurleb 6 Ringgit (kurs saat itu 1 ringgit = 3.000 by Maybank dan 1 Ringgit=3.300 by Money Changer) Aku punya beberapa saran tentang keuangan disini :
  1. Sudah siap uang luar negeri yang kamu tuju dari tempat asalmu
  2. Kalau bawa uang yang sudah ditukarkan jangan banyak-banyak, itu hanya untuk keperluan mendadak. Misalnya : untuk transportasi sementara
  3. Sebisa mungkin uang yang masih rupiah ditaruh di ATM yang berlogo atm bersama,visa,mastercard, dll. Fungsi dari atm ini kursnya akan lebih rendah dari money changer di tempat tujuan, jadi misalnya ambil uang 100 Ringgit di Malaysia jika dirupiahkan kurang lebih menjadi Rp 300.000 . Tapi kalau kamu ada uang Rp 300.000 dan mau ditukar ke money changer di Malaysia bisa jadi kamu cuma akan dapat kurang dari 90 Ringgit

 Sistem Bus untuk di Malaysia nggak sembarangan, ada beberapa sistem yang aku pernah perhatikan.

  1. Bus yang membeli tiket dahulu di loket tertentu, bus ini biasanya tipikal yang paling banyak digunakan dan little bit mahal dengan jarak yang rada jauhan. Seperti dari TBS ke Airport atau sebaliknya bisa mencapai 11-15 Ringgit dengan 1 jam perjalanan
  2. Bus kota, biasanya bus ini mempunyai warna tertentu, misal ungu dengan tujuan ini dan kuning dengan tujuan itu. Biasanya bisa mematok harga 3 ringgit- 5 ringgit untuk keliling kota dengan sistem membayar langsung ditempat.
  3. Bus ini yang aku nggak tau tipikalnya (bukan bus pariwisata)
    Rute Bus dan Warnanya

Sedangkan sistem Transportasi yang sering kali digunakan oleh orang Malaysia yaitu LRT, sistem penggunaannya cukup mudah asalkan kalian tau tempat tujuan. 

Selembaran rute untuk LRT

Kalian bisa mencari-cari selambaran ini karena worth it sekali untuk perjalanan. Biasanya ada di Bandara khususnya information centre atau ditempat akomodasi yang bakalan disewa. Jalur yang aku gunakan yaitu dari TBS atau kadang orang nyebutnya Bandar Tasik Selatan menuju ke Ampang dan itu sempat ganti LRT 1x saat di Chan Sow Lin.

Di Kuala Lumpur punya 3 Tipe LRT :

  1. LRT di darat atau KTM Commuter, maksudnya bukan satunya dilaut satunya didarat. Jadi LRT ini dijalur yang bisa kita pandang mata atau hampir sejajar dengan jalan raya
  2. LRT layang, biasanya orang Malaysia menyebutnya Monorail. Jalur ini biasanya diatasnya jalan raya seperti jembatan layang. Seperti di keterangan, jalr ini hanya yang berwarna hijau muda dan harus mempunyai akses tertentu alias card deposit. Jalur ini hanya sedikit yang dilalui.
  3. LRT bawah tanah, kelana Jaya (Putra) Line. Yang pasti aku pernah sekali naik ini dan jalurnya lumayan jauh turunnya serta lembab. Kalau diketerangan disini adalah warna merah.
Keterangan warna jam operasional apabila tidak terlalu terlihat :
Biru : 05.40am-10.30pm
Merah : 06am-11.30pm
Kuning : 06am-11.15pm
Hijau Muda : 06am-11.30pm
Ungu : 05.00-Midnight (Khusus KLIA Ekspres) biaya lebih mahal
Coklat Susu/ Jallur Ampang : 06am-11.15pm

 Next day mulai acara jalan-jalannya. Mau istirahat duluuuu 🙂

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here