Cara Saya Mengatasi Jenuh

Categories Chit-chatPosted on

Hai..

Saya kembali setelah hiatus sekian lama, gimana keadaan saya setelah operasi impaksi gigi?

Alhamdulillah pipi saya yang tirus dulu lalu gempal karena operasi sekarang jadi cubby dan susah kembali tirusnya. u,u Tapi saya bersyukur, setidaknya sudah tidak sememar dulu pasca operasi. Di tulisan kali ini saya akan sedikit cerita tentang bagaimana cara saya mengatasi rasa jenuh! :3

Sebelumnya, saya kasih tau kalau saat ini  sudah bekerja di salah satu Perusahaan Swasta Bidang Tour and Travel Umroh Haji di salah satu kota besar di Jawa Timur ( Bukan Fi**t Travel ya!). Nah saat ini saya mengalami masa-masa dimana saya merasakan jenuh yang teramat sangat dalam.

Apa yang perlu saya lakukan?

  1. Saya melakukan relaksasi otak, setidaknya dengan makanan kesukaan saya seperti es cream, es serut, atau makanan sesuai mood
  2. Punya target. Target ini bisa dijadikan acuan untuk tidak menyerah. Misal targetnya beli kamera tipe Q dengan harga sekitar 3jt. Nah ketika jenuh, coba kita lihat lagi setidaknya fotonya atau tulisannya. Dengan hal tersebut bisa memotivasi saya sedikit sih hehe..
  3. Cerita ke orang kepercayaan. Sebagai makhluk sosial, tentunya kamu nggak bisa serta merta memendam semua kebutuhan sendirian. Ada saatnya kamu berbagi, entah tersirat maupun tersurat.
  4. Lakukan hobi, kalau hobi saya? Tentunya Travelling sambil Blogging (Lagi belajar photography dan editing lho.) Travelling berguna jika kalian sudah stress diambang kegalauan tingkat dewa. Sudah bosan dengan begini begitu saja, jadi lakukan hal yang berbeda.
  5. BERSYUKUR

Saya selalu punya quote andalan :

relax your body and refresh your mind.

Penyemangat tidak langsung saya

Nah saat ini saya sudah membooking tiket menuju ke Korea untuk tahun depan(target). Tentunya planning ini terlalu jauh bagi saya yang sudah merasakan jenuh banget.

Apa sih penyebabnya dari jenuh ini ?

Saya tipikal orang ekstrovert tapi mudah lelah. Paham? Jika tidak, saya jelaskan dengan sepanjang mungkin (hehe). Saya masuk diperusahaan tsb menjadi customers service, otomatis saya selalu didalam ruangan dengan nuansa kantoran. Enak sih, tapi saya jenuh kalau gitu-gitu aja. Sesekali saya ingin keluar menghirup udara segar.

Tapi..

Ketika saya mendaftarkan diri disalah satu institut untuk belajar Bahasa Perancis dalam 2x seminggu. Saya sudah merasakan lelah tidak karuan.

Saya sempat berfikir jika saya hanya suka travelling, true.

Dengan siapa?

I’am Okay with stranger seperti saat saya ke Malaysia sendirian modal nekat dan budget apa adanya, bahkan saat itu saya belum kerja dan bermodalkan tabungan saat magang.

I’am so happy if my friends coming somewhere with me.

Both are okay for me (selama nggak spam dan rese sih. Ok if they are friendly)

But sometimes, i was thinking about how introvert i am. True.

Setelah memasuki jenjang dunia kerja, saya merasakan hanya teman-teman tertentu yang bisa saya chat, telfon dan jalan-jalan. Seolah-olah, ketika saya jalan sendiri terkadang juga merasa nyaman meskipun agak mager, mau kenalan dengan orang baru jadi semakin hati-hati. Terlebih ketika saya sudah kenalan dengan orang, bagaimana reaksi saya tergantung dari bagaimana dia berkomunikasi dengan saya.

Semisal,ada yang mengajak kenalan hingga ingin tau banget seluk beluk sampai hal yang menurut saya privasi. What the fun? Saya akan bercerita kepada orang yang sudah saya percaya, bahkan ketika dia belum bertanya. So, saya bukan tipikal friendly sekali, tapi juga bukan tipikal judes sekali.

Sejujurnya saya tipe agak cuek, tapi sedikit cerewet dengan orang-orang tertentu.

Sudah begitu saja. Intinya cara mengatasi jenuh itu gampang bagi saya. Cukup pergi travelling (titik)

Saya ada planning ke Karimunjawa Banyuwangi Desember nanti. Mengatasi rasa jenuh. Tunggu update travelblog dari saya ya ! 🙂

Mozarra

Travelling addicted.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *