Hai..

Pantai Pangi, terletak di Desa Krajan, Blitar. Rute yang dilalui untuk menuju kesini sebenarnya sangat mudah, saya sangat menyarankan untuk menggunakan Waze jika ingin mengunjungi Pantai Pangi, karena kemarin sewaktu ingin kembali kesana setelah sekian lama, justru saya di sasarin sama Google Maps. Sedih..

Kami berdua sebenarnya sudah sampai di pintu gate Pantai Tambak Rejo, aneh, padahal tujuan saya ke Pantai Pangi, nah sudah muter balik untuk mencari rute lain, justru disasarin lewat jalan makadam dan jelek untuk dilalui. Kami sempat khawatir liburan tidak sesuai schedule yang sudah direncanakan, tetapi andalan saat kesasar adalah bertanya, jangan malu untuk bertanya warga sekitar ya, hehe .. Setelah bertanya-tanya kepada warga dan mendapatkan petunjuk untuk menuju Pantai Pangi, barulah kami sumringah.

Perjalanan sebenarnya hanya 2 jam 15menit saja dari Kediri, namun dikarenakan ada acara nyasar dulu, jadilah 3 jam baru kami sampai ditempat tujuan. Ini kedua kalinya saya di Pantai Pangi dan suasananya masih asri serta sedikit sepi. Itulah point yang saya cari. Pantai-pantai yang ramai terkesan membuat saya tidak bisa berfikir jernih. Jadi masih rekomended bagi kalian yang ingin peaceful vibes, sambil rebahan dan mendengar desiran ombak pantai.

Harga tiket masuk Pantai Pangi adalah Rp 8.000 perorangnya, pembayaran dilakukan di gate depan. Lalu, dilanjutkan kurang lebih 2Km berkendara sampailah pada parkiran. Akses menuju Pantai Pantai Pangi ini tergolong mudah, dibandingkan pantai yang masih sepi lainnya.Bahkan mobil bisa berkendara dengan mudah sampai ke parkiran. Untuk harga parkir motor ditarik Rp 5.000 sedangkan mobil Rp 10.000. Kemudian kamu perlu berjalan sekitar 1Km menuruni tangga dan melewati jembatan untuk menuju ke Pantainya.

Pantai Pangi Blitar
Pantai Pangi Blitar

Hal pertama yang wajib dilakukan disini adalah, camping atau sekedar membawa alas duduk tikar dan membawa beberapa makanan. Suasananya sangat mendukung sekali, saya bahkan membekal nasi kuning, membawa beberapa snack dan minuman, and we were enjoy the time dan mengabadikan foto serta secuplik video (mungkin yang friend di Whatsapp sudah mengerti cuplikannya). But, yeah tempat ini masih indah.

Selain pantai yang super biru dan indah, disisi lain terdapat juga mini beach yang berwarna hijau, terbentuk dari beberapa air laut saat pasang, kemudia terjebak dan menetap dilokasi ketika pantainya surut.

Pantai Pangi Blitar

Perbedaan dari pertama kali saya datang adalah, yang pertama warung-warung semakin banyak, yang kedua saat ini sudah terdapatnya fasilitas wifi (bagi yang mampir ke warungnya sih) hehe, yang ketiga sudah adanya bangunan musholanya lho, lalu mini beachnya disedikan fasilitas menaiki perahu yang dikenakan biaya Rp 5.000 saja. Saya merasa jika pantai ini sudah hampir perfect. Hanya saja, masih ada oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab meninggalkan sampahnya dipinggir-pinggir pantai ketika mereka selesai.

STOP buang sampah sembarangan!

Padahal dilokasi sekitar Pantai Pangi terdapat tempat sampah, lho. Sedih deh. Jangan sampai diingatin untuk buang sampah ditempatnya justru malah marah-marah. Jaga kebersihan lingkungan itu perlu ya. Terlebih keadaan wisata akan lebih nyaman dan enak disinggahi jika bersih. (:

Sekian deh cerita tentang Panginya. Sebenarnya kami berencana untuk lanjut wisata disekitar ke Lereng Gunung Kelud kembali, namun hujan deras sudah mengguyur Kota Blitar. Jadi kami mengurungkan niat untuk eksplore kelain tempat. Mungkin akan menjelajah dilain waktu, Aamiinn.. Lagian saat itu waktu sudah menandakan pukul 14.00, time to go home.

Yuk kesini dilain waktu! (:

With Love

Mozarra

Author

"I hope you live a life and you are proud of. If you find you are not. I hope you have the strength to start all over again." (:

Write A Comment