Home Travelling Time Paris Van Java Bandung Part 1

Paris Van Java Bandung Part 1

289
0

Kalau Ke Kota Bandung pasti sudah nggak asing lagi dengan julukannya sebagai Kota Paris Van Javakan ?

Konon, dulunya para orang-orang Belanda yang tinggal di Bandung merasa bahwa suasana di Bandung ini mirip sekali dengan kawasan di Prancis terutama di sekitar Jalan Braga.

Nah, ngomong-ngomong nih, saya 26 Februari 2017 kemarin berangkat dari Kediri menuju ke Kota Bandung menggunakan kereta api bersama teman kuliah Dhea. Tujuan utama kami berdua adalah untuk survey mengerjakan Tugas Akhir

“Sekali medayung, dua tiga pulau terlampaui”

Kalimat ini sangat pas sekali buat kita berdua, Survey + Jalan-jalan ke Bandung. Yeay! Kami berada di Bandung selama 5 hari 4 malam. Berbekal menginap di Bandung di kontrakan temennya Dhea dan menginap di Hotel 68 saat di Lembang serta peminjaman motor dalam waktu 5 hari tersebut.

Berikut beberapa referensi yang dapat kamu jadikan patokan jika ingin berlibur mengunjungi Bandung!

Trans Studio Bandung

Trans Studio Bandung merupakan wisata buatan yang terletak di Jalan Jendral Gatot Subroto No.289, Cibakong, Batununggal, Bandung, Jawa Barat. Dengan banyaknya wahana yang ditawarkan, menjadikan tempat ini sebagai wisata buatan terluas dengan konsep indoor. Berbagai wahana tersebut menawarkan petualangan dan sensasi baru yang tidak kalah menantang. Berbagai fasilitas yang ada di Trans Studio Bandung yaitu : Trans Studio Theme Park, Trans Studio Mall Bandung, The Trans Luxury Hotel, serta Ibis Hotel Bandung.

Wahana yang ada di Trans Studio Bandung dibagi menjadi empat kategori, yaitu : Studio Central, Magic Corner, The Lost City, and More. Selain itu, terdapat pula fasilitas restoran di Trans Studio Bandung yaitu The Coffee Bean & Tea Leaf, Baskin Robbins, Wendy’s, Corvette Diner, Studio Kuring, Studio Mie, Studio Steak dan Studio Manis. Pembelian makanan menggunakan sistem deposit, dengan meggunakan kartu Bank Mega.

Biaya masuk Trans Studio Bandung sebesar Rp 180.000,00 saat weekday dan Rp 280.000,00 saat weekend. Tambahan sebesar Rp250.000,00 untuk wisatawan yang menginginkan jalur antrian cepat, dengan menggunakan pintu khusus VIP Access. Serta biaya untuk tiket kartu Mega Cash yang berdeposit, bisa digunakan untuk akses di semua outlet di dalam Trans Studio Theme Park sebesar Rp 15.000,00.

Jam beroperasi TSB pada 10.00-19.00, dan weekend pada jam 09.00-21.00. Biaya parkir untuk kendaraan pribadi roda empat dihitung per jam, pada satu jam pertama RP 3.000 dan maksimal 24 jam Rp 10.000,00. Sedangkan untuk kendaraan roda 2, dikenakan tarif Rp 1.500,00 per jam hingga maksimal 24 jam dikenakan biaya sebesar Rp 6.000,00.

Arena Vertigo

Museum Konferensi Asia Afrika

Museum Konferensi Asia Afrika merupakan salah satu museum di Bandung yang terletak di Jalan Asia Afrika Nomor 65. Latar belakang dibangunnya museum ini adalah adanya keinginan dari para pemimpin bangsa-bangsa di Asia dan Afrika untuk mengetahui tentang Gedung Merdeka dan sekitarnya tempat konferensi Asia-Afrika berlangsung. Museum ini diresmikan pada tanggal 24 April 1980, yang bertepatan dengan  25 tahun peringatan Konferensi Asia Afrika. Hal ini adalah gagasan dari Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Prof.Dr.Mochtar Kusumaatmadja, S.H., LL.M..

Jam kunjung dari Museum KAA dimulai pada pukul 08.00 hingga 16.00 pada hari Selasa sampai Kamis, hari Jum’at dimulai pada 14.00 hingga 16.00, sedangkan pada hari Sabtu dan Minggu pada pukul 09.00 hingga 16.00, dan jam istirahat siang pukul 12.00 hingga 13.00, serta hari Senin dan Libur nasional ditutup.

Gedung Konferensi Asia Afrika source : bisniswisata.co.id

Gedung Sate

Gedung Sate atau dikenal dengan sebutan lamanya Gouvernements Bedrijven. Gedung ini merupakan pusat pemerintahan di Kota Bandung dengan ciri khasnya berupa ornamen tusuk sate pada menara sentralnya, menjadikan gedung ini sebagai  ikon Kota Bandung. Gedung Sate ini  terletak di Jalan Diponegoro Nomor 22 dan selesai dibangun pada September 1924.

Gedung Sate

Arsitektur Gedung Sate merupakan hasil karya arsitek Ir. J. Gerber dan kelompoknya yang tidak terlepas dari masukan maestro arsitek Belanda Dr. Hendrik Petrus Berlage, yang bernuansakan wajah arsitektur tradisional Nusantara. Banyak arsitek dan ahli bangunan menyatakan Gedung Sate adalah bangunan monumental yang anggun memesona dengan gaya arsitektur unik mengarah kepada bentuk gaya arsitektur Indo-Eropa (Indo Europeeschen architectuur stijl). Untuk biaya memasuki Gedung Sate  adalah gratis, namun Gedung Sate hanya dapat dikunjungi pada Hari Minggu.

Saung Angklung Udjo

Saung Angklung Udjo adalah suatu tempat yang merupakan tempat pertunjukan, pusat kerajinan tangan dari bambu, dan workshop instrumen musik dari bambu. Selain itu juga mempunyai tujuan sebagai laboratorium kependidikan dan pusat belajar untuk memelihara kebudayaan Sunda khususnya angklung.

Wisata ini terletak di Jalan Padasuka 118, Bandung Timur  dan didirikan pada tahun 1966 oleh Udjo Ngalagena dan istrinya Uum Sumiati dengan maksud melestarikan dan memelihara seni dan kebudayaan tradisional Sunda.  Dengan suasana tempat yang segar udaranya dan dikelilingi oleh pohon-pohon bambu dari kerajinan bambu dan interior bambu sampai alat musik bambu.

Biaya untuk masuk ke Saung Angklung Udjo sebesar Rp 100.000,00 bagi orang dewasa berwarganegara asing dan Rp 60.000,00  bagi orang dewasa yang berwarganegara Indonesia. Bagi pelajar berwarganegara Indonesia dikenakan biaya sebesar Rp 40.000,00 dan untuk pelajar berwarganegara asing sebesar Rp 60.000,00.

Cihampelas

Cihampelas Walk (Ciwalk) adalah salah satu pusat perbelanjaan mewah di Kota Bandung. Mall ini berdiri pada tahun 2004 dan merupakan tempat perbelanjaan yang bersih dan nyaman. Terdapat lilitan lampu hias di pohon-pohon sekitar outdoor Ciw alk. Tahun 2009, ada variasi baru untuk pengunjung yaitu dengan adanya CX Cihampelas Walk Extension yang terdiri dari butik, hotel dan skywalk.
Skywalk
merupakan teras diatas jalan raya, tempat terdiri dari berbagai macam penjual mulai dari pakaian hingga makanan. Selain itu di sepanjang area Cihampelas terdapat juga toko-toko yang menyediakan oleh-oleh khas Bandung

Kawah Putih

Kawah Putih adalah sebuah tempat wisata di Jawa Barat yang terletak di kawasan Ciwidey. Kawah Putih merupakan sebuah danau yang terbentuk dari letusan Gunung Patuha Tanah yang bercampur belerang di sekitar kawah ini berwarna putih, lalu air yang berada di kawah ini berwarna putih kehijauan dan berubah-ubah tergantung dengan cuaca dan suhu. Kawah ini ditemukan oleh Dr. Franz Wilhem Junghuhn saat mencapai puncak Gunung Patuha.

Kawah Putih

Kawah Putih dibuka pada pukul 07.00 hingga 17.00. Untuk biaya masuk ke Kawah Putih cukup beraneka ragam. Wisatawan lokal dikenakan biaya masuk sebesar Rp 20.000, sedangkan untuk wisatawan mancanegara sebesar Rp 50.000. Untuk paket pre-wedding sebesar Rp 500.000 dan bus tidak diperkenankan untuk memasuki parkir atas, hanya mobil yang diperbolehkan memasuki parkir atas dengan biaya sebesar Rp 150.000.  Sedangkan untuk area parkir bawah, kendaraan roda dua dikenakan biaya sebesar Rp. 5.000, roda empat sebesar Rp 6.000 dan roda enam serta bus sebesar Rp 25.000. Jika parkir di area parkir bawah, para wisatawan dapat melakukan perjalanan ke Kawah Putih menggunakan ontang-anting (angkutan khusus menuju ke Kawah Putih) , dengan biaya sebesar Rp 15.000 sudah termasuk pergi-pulang.

Glamping Lakeside

Glamping Lakeside adalah salah satu wisata kuliner terbaru saat itu, yang terletak di Jalan Situ Patengan. Glamping Lakeside ini terdiri dari restoran dan hotel. Glamping sendiri berasal dari kata glomour camping dan tarif menginapnya 2 juta per malamnya untuk 4 orang. Sedangkan untuk restorannya merupakan restoran berlantai tiga dengan berbentuk kapal pinisi besar. Lokasi restoran pinisi ini berada di tepi Situ Patenggang dan di bagian bukit. Di sekeliling restoran juga terdapat kebun teh yang sejuk dan hijau.

Restaurant Pinisi source : ngadem.com

Akses jalan untuk menuju ke Glamping Lakeside tidaklah sulit, namun jika ingin menuju Glamping Lakeside dari Situ Patenggang membutuhkan akses menyeberang menggunakan perahu. Jika dari Glamping Lakeside menuju Situ Patenggang, tidak perlu membayar lagi dikarenakan dapat berjalan melewati kebun teh.

Situ Patenggang

Situ Patenggang adalah salah satu danau yang terletak di kawasan objek wisata alam di area Ciwidey, Bandung Selatan. Berdasarkan informasi, Situ Patenggang berasal dari bahasa Sunda pateangan-teangan ,yang artinya saling mencari. Situ Patenggang mengisahkan cinta Putra Prabu dan Putri titisan Dewi yang besar bersama alam, yaitu Ki Santang dan Dewi Rengganis. Mereka berpisah untuk sekian lamanya. Karena cintanya yang begitu mendalam, mereka saling mencari dan akhirnya bertemu di sebuah tempat yang sampai saat ini dinamakan Batu Cinta. Dewi Rengganispun meminta untuk dibuatkan danau dan sebuah perahu untuk berlayar bersama. Perahu inilah yang sampai sekarang menjadi sebuah pulau yang membentuk hati atau yang disebut Pulau Asmara.Biaya yang ditentukan untuk memasuki kawasan Situ Patenggang cukup beragam. Harga ini berlaku mulai 1 Novermber 2014. Saat weekday, wisatawan lokal cukup membayar sebesar Rp 18.000, Wisatawan mancanegara sebesar Rp 135.000, parkir roda dua Rp 3.500, parkir roda empat Rp 11.500, parkir bis/truck Rp 22.000. Sedangkan saat weekend dan hari libur, wisatawan lokal cukup membayar sebesar Rp 20.500, wisatawan mancanegara  sebesarRp 185.000, dan harga untuk parkir roda dua, empat serta bis dan truk harga sama seperti weekday.

Cibaduyut

Cibaduyut adalah sebuah daerah sekitar Kota Bandung bagian selatan. Daerah ini terkenal dengan kerajinan sepatunya. Hasil produksi sepatunya biasanya dipasarkan langsung dipinggiran jalan Cibaduyut Raya dengan banyaknya kios dan toko sepatu. Cibaduyut terkenal akan kualitas serta model sepatu yang diproduksi up to date, pembuatan sepatunya masih menggunakan tenaga manual, hasilnya akan diekspor hampir ke 27 negara di dunia. Rata-rata disetiap tokonya dibuka mulai 08.00-22.00.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here