Transit di Kuala Lumpur

Categories Travelling Time, UncategorizedPosted on

Hai..

Beberapa waktu yang lalu tanggal 24 Oktober 2019. Saya berangkat menuju ke Kuala Lumpur untuk transit sebelum perjalanan selanjutnya ke Korea Selatan. Kalau transit di Kuala Lumpur enaknya ngapain sih?

Nah, bagi kalian yang memiliki waktu sempit untuk transit di KLIA nggak usah khawatir bila bosan. Area KLIA 2 sanggat luas dan tersedia berbagai macam shop, Mulai dari souvenir, snack bahkan restaurant atau tempat relaksasi juga tersedia. Bila kamu tiba di KLIA1, jangan khawatir karena kamu bisa menaiki bus gratis di Lt.1 untuk menuju ke KLIA2. Kebetulan saya memiliki waktu sekitar 12 jam untuk transit, dari KLIA 1 pukul 13.00 saya masih memulihkan diri dari perjalanan MH 0870 SUB-KUl.

Saya sempat putus asa karena teman CouchSurfing yang sudah memiliki janji untuk mengantar saya keliling Kuala Lumpur tibatiba membatalkan janjinya perihal pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan di Johor Baru. Sedih, bingung dan gundah. Padahal beberapa teman sudah saya denied untuk mengantar saya. Namun saya melihat kembali beberapa teman yang belum terbalas messagenya.

Sambil menaiki bus menuju KLIA 2 dan makan di BurgerKing saya menunggu respon mereka. Dan waktu menunjukkan pukul 16.30 akhirnya ada juga yang merespon. Mendapatkan sinyal lampu hijau saya langsung pesan bus menuju Terminal Bersepadu Selatan (TBS) dengan harga RM 11.00 (Karena saya sadar diri jadi tidak mungkin untuk meminta jemput dari Airport menuju ke pusat kota Kuala Lumpur). Setelah dari TBS saya memilih destinasi LRT ke Masjid Jamek berhubung juga belum sholat. Jadi skalian saya memutuskan untuk meet up di Masjid Jamek. Cukup RM 3.00 dari TBS-Masjid Jamek.

Masjid Jamek, Kuala Lumpur

Masjid Jamek di Kuala Lumpur memiliki corak yang unik. Kebetulan saat saya sampai di tempat tersebut jadwal tour sedang tidak berlangsung. Bila kamu menginginkan tour di area masjid jamek. Tour Masjid Jamek memiliki Jadwal sebagai berikut :

Hari Sabtu sampai Kamis

Pukul 10.00 – 12.30

14.30 – 16.00

Jumat (Tutup)

 

Setelah saya sholat kebetulan hanya menunggu sebentar karena teman CS masih terjebak macet. Teman CS bernama Lav! Perjalanan kami sebenarnya hanya ke KLCC Park karena sebelumnya kamera saya hilang u,u jadi tidak punya kenangan. Dari sini saya mengenang ulang dan kebetulan belum pernah ke bagian belakang KLCC. Disini saya menunggu teman lain yang sedang transit juga.

KLCC Park

Saya mengenal Lav sebagai sesosok inspirator bagian travelling! Dia memiliki pengalaman yang sangat banyak keliling eropa, asia. Sebetulnya saya minder karena pengalaman travelling saya masih terbilang rendah, tapi entah mengapa sosok Lav ini bercerita bukan seperti seseorang yang menyombongkan diri. Setelah kami berdiskusi terkait -sedikit- travelling. Kami disuguhkan pemandangan air mancur pelangi

Air Mancur Pelangi KLCC Park

Air mancur tersebut memiliki berbagai bentuk dan berganti warna sesuai instruksi nada yang terlantun. Saya cukup terkesima meskipun sudah beberapa kali melihat air mancur menari.

Akhirnya disaat salah satu partner ke Seoul saya :Nela: datang bertama 2 temannya. Kami meninggalkan KLCC Park. Bye Bye.. See ya next time..

Perjalanan kami terhenti sejenak karena kami berlima bingung untuk pergi kemana. Teman Nela ingin check in ke hotel dan meletakkan kopernya (Mereka berdua akan eksplore KL 3 hari 2 malam)

Setelah proses check in selesai, kami diajak Lav menuju tempat makan langganannya yang ternyata penjualnya orang Sunda. Hihi.. Disana kami juga bertemu beberapa teman dari adik Lav yang ikut nimbrung makan malam.

Tak terasa waktu menunjukkan pukul 10.00 malam. Lav ingin menunjukkan suatu tempat Nongkrong bagus “Katanya”. Kami sempat ragu karena waktu sudah amat malam. Tentunya saya dan Nela perlu waktu kembali ke Airport karena transportasi umum akan segera tutup meskipun jadwal flight kami masih esok hari pukul 07.00. Namun, Lav meyakinkan kami berdua untuk tak perlu khawatir karena dia akan mengantar sesuai jadwal teman kami yang lainnya akan datang (RE: pukul 01.00 dini hari)

Canggung

Bingung

BAIK SEKALI

Bagaimana menanggapinya, karena KL-KLIA2 lumayan jauh dan ofc kami berdua sungkan. Tapi lagi-lagi dia bilang tak masalah.

Okay, fine.

Akhirnya kami berlima berangkatlah ke suatu hotel besar dan mewah. Kami digiring untuk menaiki lift, roof top. Yhaaa. Pikiran awal saya mungkin hanya cafe cantik, fotogenik or something else about cafe nongkrong. Ehh.. dugaan kita(aku, mbak nela, dan mbak retno dan mbak novita) meleset. Rooftopnya sangat amat cantik dan whooohh.. kami berempat dibuat melongo karena terlalu mewah. Mana pakaian kita tidak pas pula u,u. Salah kostum.

Tempat tersebut berada di Hotel Capri by Fraser Kuala Lumpur. How beautiful the view.

Rooftop Capri Hotel

Sayangnya karena ini pertama kalinya ke Bar, saya nggak tau nama-nama mocktail-cocktail or someting. Jadi pesan Juice Mangga sudah senengnya.

Kami berlima berfoto-foto serta bercengkrama, berdiskusi tentang pekerjaan dan interest things hingga waktu menunjukkan pukul kurang dari 12 malam. Kamipun mengantar mbak novita dan mbak retno untuk kembali ke hotel. Setelah itu, Lav mengantar saya dan mbak nela ke airport. How kind he is.

Alhamdulillah bertemu dengan orang yang baik sekali, dan mengerti bagaimana cara memperlakukan orang lain. And ofc Thanks to Lav (His names Lavender). I Hope that we can meet again!

Me with Lav at KLCC Park

Jadi sekian cerita transit di Kuala Lumpur, karena kami berlima asyik bercengkrama di Sky Bar, hingga lupa waktu seperti teman lama yang baru bertemu kembali.

NB : Anyway find me on Coach Surfing! “Moza R. A”

With Love,

Mozarra

Mozarra

Travelling addicted.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *