Travelling Backpaker ke Korea Selatan Day 3

Setelah kemarin kami disuguhi oleh hujan gerimis deras gerimis, akhirnya perkiraan cuaca untuk hari ini sangat cerah. Maka dari itu kami pergi ke Nami Island. Yeay..

Dari Hongdae menuju Nami Island menghabiskan kurang lebih 4 jam perjalanan dan padat sekali di kereta. Karena menurut prediksi cuaca, hari-hari berikutnya akan ada hujan deras lagi. Serta Autumn kali ini adalah autumn terbagus sepanjang 3 tahun terakhir, jadi siapa yang mau menyianyiakan kesempatan bagus ini dong ya? Kami para turis bahkan harus berdesakan pula dengan orang lokal. Hihihi..

Selain dengan kereta, sebenarnya ada alternatif lain yaitu menggunakan suttle bus. Hanya saja, budget menaiki Kereta lebih murah guys. Hihi..

Setelah transit beberapa kali, akhirnya sampai di stasiun kereta Gapyong. Kita perlu mengantre taksi menuju tempat ferry untuk menyeberang menuju Nami Island. Harga taksi dari stasiun sampai parkiran pelabuhan berbeda-beda. Kebetulan saat itu sedang macet parah dijalan yang besar. Jadi, driver kami langsung puter arah memasuki gang-gang yang agak kecil dan sampailah kami di dekat parkiran pelabuhan kurang lebih 20 menit dengan harga W 7800 per sekali perjalanan dan berisi max 4 orang.

Setelah turun dari taxi, kita perlu berjalan lagi mendekati area pelabuhan kurang lebih sekitar 15-20 menit apabila kamu langsung berjalan dari tempat pemberhentian hingga ke pelabuhan (jujur saja, selama berjalan kamu akan tidak terasa waktu berjalan begitu cepat. Prediksi tersebut terhitung cepat).

Jangan khawatir, sepanjang perjalanan dari pemberhentian hingga pelabuhan, kamu akan disuguhkan berbagai macam restaurant. Karena kami memerlukan asupan tenaga maka dari itu sekitar pukul 11 siang kami berencana untuk Lunch. Kebetulan kami menemukan restaurant halal dengan menyajian seperti X.O Suki yang masak sendiri makanannya.

Restaurant Halal

 

Pasti temat-teman sudah taukan kalau Nami sendiri terkenal dengan Winter Sonatanya lho. Disepanjang jalan restaurant dan didalamnya mereka selalu memamerkan poster winter sonata bahkan ada yang menggunakan nama tersebut untuk menjadi nama restaurant. Hehe..

Setelah makan siang, kami melanjutkan perjalanan menuju pelabuhan. Dari parkiran memasuki pelabuhan, kami menunggu Mba Ina untuk membelikan entrancee ticket. Harga menyeberang dari Pelabuhan menuju Nami Island PP adalah W 13.000. Disini saya kurang paham apakah ada harga untuk turis mancanegara dan lokalnya.

Dari kejauhan kami sudah disambut hutan pohon daun merah-kuning-hijau yang sangat khas dan lebat yang sangat indah sekali untuk dinikmati. Disanapun kami sebenarnya foto sangat banyak, sampai ke ikonnya sendiri yaitu patung yang ada di Film Winter Sonata! (;

Fasilitas yang tersedia di Nami Island sangatlah lengkap. Tersedia berbagai restaurant termasuk yang halal, coffee shop yang estetik, toilet yang terpisah antara laki-laki dan perempuan, taman bermain untuk anak-anak, lapangan luas yang terkadang digunakan untuk event, seperti yang saat itu saya lihat, ada beberapa manula yang asyik sedang ice breaking. Hihi.. terdapat juga perpustakaan yang unik yaitu tiang-tiangnya disusun dari buku-buku yang kemungkinan sudah tidak terpakai. Tentu bagi kalian yang muslim tersedia musholla yang terpisah dan lumayan besar.

Mushola terdapat di Lt.2 bangunan ini

 

Semakin sore sekitar pukul set 5, kami bergegas untuk antri menaiki Ferry kembali ke Seoul. Untuk antri menaiki Ferry saja kita kurang lebih harus menunggu selama satu hingga dua jam karena saking padatnya saat itu. Bukan hanya itu saja, saat yang mengesalkan lagi bagi kami adalah ‘tidak adanya taksi yang mau menampung kami untuk kembali ke stasiun kereta’. Saya ingat sekali saat itu ketika kami harus berjalan berkilo-kilo meter dengan keadaan sudah lelah mengelilingi Nami Island. Belum lagi kita tak berkunjung di Petit France. Feel so sad :(.

Area yang sering digunakan wisatawan untuk berfoto

 

Namun, jika kita tidak berjalan menuju stasiun, kita tidak akan bisa pulang. Huhu.. jadi dengan sisa-sisa tenaga harus di kuat-kuatkan. Semangatttt!!

Bukan hanya itu saja teman-teman, saat distasiunpun kita harus berusaha untuk masuk antrian kereta, tentunya setelah masukpun kita harus berdesakan karena super duper padat pada sore itu. Saya ingat sekali karena saking lelahnya saya tertidur dengan posisi jongkok karena tidak punya tenaga lagi dan tidak dapat tempat duduk. Kurang lebih kami sampai kembali di JJ Guest House pukul 11 malam (:

Kemudian, mulailah antri untuk mandi dan makan malam bagi yang makan ._.v karena saya setelah mandi(dapat antrian agak terakhir) langsung tidur pada pukul 1 dini hari.

Oiya, kesalahan yang saya lakukan nih. Perlu di notice juga guys.

Saya salah membawa counterpain. Seharusnya saya beli yang biasa saja, eh saya malah beli yang cool. Sudah keadaan Seoul super dingin yang mulai memasuki 0 derajat, mana kedinginan kena counterpaint cool :” pft.. Tidur sambil menggigil deh.

numpang eksis teman-teman (:

With Love

Writer

Wanna know my YouTube?

Leave A Reply

Navigate