Unforgotable Moment 2K15 (Dua)


Sampai di Hotel Al Jawharah Mekkah sekitar pukul 07.30 langsung bersiap untuk umroh wajib. Aku memakai kartu sim Mobily sama Zain. Kalau Simpati arab cuma sementara. Aku lebih menyarankan untuk pakai kartu Indonesia aja yang di Roamingkan. Jadi aku lebih pakai simpati indonesiaku terus aku roamingkan dan daftar paketan unlimited Rp 450.000 selama 20 hari atau bisa juga alternatif lain Rp 800.000 per 40 hari. Menghubungi pihak rumah juga pakai line video call. Jadi nggak perlu pulsa lagi, hemat lagi 😀

provider lokal


Berangkat satu regu sekitar jam 09.00 memakai slayer hijau sebagai penanda satu rombongan. Bersebelas orang dan diatara itu ada yang manula 1 orang. Karena masih belum tau lokasi Masjidil Haram bersebelahan dimananya maka dari itu menaiki angkot menuju kesana, tiap orang 2 Riyal. Padahal kalau mau ditelusuri ya deket sih, berhubung ada manula juga ya jadi nggak tega.
Sewaktu udah sampai di dalam Masjidil haram, mbahnya udah nggak kuat jalan. Jadinya alternatif harus meminjam kursi roda, disana untuk menyewa kursi roda biasanya harus dengan si pendorong itu tadi. Aku sarankan untuk menawar ya! Itu paling murah sekitar 200 riyal. Hati-hati karena ada yang dapetnya 500 Riyal bahkan lebih.
( Tawaf harus dalam keadaan suci ya. Punya wudhu! )Hal pertama yang aku keluhkan saat itu, si mas mas yang dorong mbah itu cepet banget jalannya dengan anaknya laki-laki dari si mbah! Sampai akhirnya kami terpisah. Aku hanya dengan mbak Eky melaksanakan tawaf di lantai 3 bagian lantai sementara. Suasana panas banget dan lupa nggak bawa payung. Tapi seneng banget bisa sedeket itu dengan Ka’bah. Tiap kali berdoa sambil liatin Ka’bah terus. Akhirnya pada putaran ke 7 selesai, Allah ngasih kemudahan, walaupun keringat bercucuran tapi nggak satupun ngerasain lelah.
Selesai tawaf aku sama mbak eky alhamdulillah dipertemukan sama mbahnya, bapak zain sama mas-mas yang dorong kursi roda. Kami langsung diarahkan buat minum zam-zam (Sampai diambilin masnya) sunnahnya meminum sambil melihat ka’bah dan berdoa. Then kita diarahkan untuk sholat 2 rakaat lurusnya maqam ibrahim sama sholat lurusnya hijr ismail. (Kalau keadaan tidak memungkinkan untuk sholat yang lurus, tidak apa-apa dimana saja asalkan didalam masjid)
Lalu kami dituntun menuju safa marwa lantai paling atas. Aku sama mbak eky ketinggalan lagi dari pak zain sama mbahnya. Buset deh masnya bertenaga banget. Sampai putaran dari marwa ke sofa yang ke 6 akhirnya adzan dhuhur berkumandang. Mbak eky sempat cerita kalau dulu waktu dia umroh nggak sepanjang ini jalan sa’inya. Karena masih punya wudhu ya tinggal sholat aja. Setelah itu aku dan mbak eky melanjutkan putaran dari sofa ke marwa yang ke 7.
Alhamdulillah, walaupun saat sa’i sofa marwa kakiku sempet sakit banget, aku aja jalan nyeret, sampai kaos kaki nggak berwarna karena kena debu juga. Tapi rasanya ada aja hal yang bikin ringan. Kami berdua istirahat di marwa dan bertemu kembali sama pak zain dan mbahnya, sedangkan mas-masnya udah pergi karena kewajibannya udah selesai. Then, kita berempat nggak ada yang bawa gunting buat tahalul jadinya ya pinjam siapapun yang lagi ada disana. Kebetulan saat itu kami meminjam dari orang Malaysia. Selesai tahalul kami istirahat dulu, ngadem disana emang cocok deh. Sampai tidur-tidur juga akunya sih. Kemudian saking udah kedinginannya aku jadi nggak bisa tidur lagi (kualat -_____-) Beberapa menit kemudian ketemu dengan satu regu Mas Riza, Bu Har sama Mbak  Didin (seusia dengan mbak Eky tapi belom nikah, eh bukan promosi)
Dan karena kita nggak tau jalan akhirnya turun dulu ke lantai yang lurusnya ka’bah. Dimarwa alhamdulillah dipertemukan lagi sama anggota regu kita pak Yadi dan bu Mar yang baru selesai sa’i. Dan lengkaplah kami jadi bersebelas lagi! Karena masih nggak tau jalan pulang kemana akhirnya melewati balik ke safa lagi. Nah disini kendalanya mbahnya capek dan nggak kuat jalan. Akhirnya sebentar-sebentar kami duduk untuk istirahat
Kali ini aku kena balasannya lagi dari Allah karena nggak sengaja dalam hati bilang “Cepat sembuh ya mbah, biar kita cepet istirahat”. MBLAMM..! dan saat itu juga punggungku mulai nyeri banget, kakiku rasanya membengkak. Aku sadar kalau itu termasuk kesalahan karena mendoakan dalam hati walaupun nggak bermaksud untuk jelek (apalagi yang suka nggosip ya kayak apa balasannya?) Langsung saat itu juga aku memperbanyak istigfar sampai beberapa kali minum air zamzam berhubung jalur safa marwa banyak banget zam-zam. Aku minta maaf sama Allah sebanyak yang aku bisa istigfar terus. Jadi tiap kali mbahnya minta istirahat akunya jadi ikutan duduk soalnya aku nggak berani ngeluh ke orang regu. Aku diem aja sambil mijit-mijit kaki sama punggung. Karena rasanya kayak udah nggak kuat jalan. Astagfirullah.. Adzan Ashar berkumandang, tapi saking kami nggak bisa banyak jalan. Tempat wudhunyapun jauh dari masjid belum lagi antrinya yang panjang banget jadi membuat kita meneruskan perjalanan pulang.
Keluar dari safa ketemu deketnya kerajaan Arab Saudi lama. Disana sempet bingung nyasar nggak tau arah ke hotel. Akhirnya jalan kami terhenti sementara di sekitar luar masjid di bawahnya gedung hotel yang aku sendiri gatau namanya karena sudah iqamah, itu penuh banget sampai nggak ada jalan keluar di sekitar serambi masjid, jadi kami meminggirkan diri. Tapi yang masih punya wudhu ya ikutan sholat ashar di serambi masjid.
Perjalanan menujut terowongan buat nyari angkot. Saking udah nggak punya tenaga apalagi keadaan punggungku yang nyeri banget dan kakiku sakit ya mau nggak mau nyari angkutan yang lebih deket dan adanya taxi tapi gede, sampe muat 12 orang ih. Nego deal perorang 5 Riyal. Aku rasanya pengen capat-capet mandi dan tidur.
Sampai di hotel yang muter-muter gara-gara supirnya nggak tau Hotel Al-Jawharah atau hotel Jarwal. Akhirnya ketemu juga dan negonya jadi gagal, perorang 10 Riyal (Saran : JANGAN NAIK TAXI KALAU NGGAK KEPEPET!) Ternyata supirnya (atau orang arab sendiri) taunya ini tuh bukan Jarwal tapi Taysir. Pffttt, ya mana kita tau kalau ini Taysir.
Sampai di kamar kami langsung mandi wajib lagi selesai ihram umrah. Agar bisa melepas kaos tangan dan kaki serta boleh jika rambut rontok biar nggak bayar DAM dan masih banyak ketentuan lain.
Setelah itu pas istirahat tibatiba punggungku udah nggak sakit. Ya memang karena lupa bersyukur sama nggak boleh ngeluh ataupun mbatin. Dan Istirahat..

Selama nunggu tanggal 8 Dzulhijjah boleh umrah sunnah. Mengambil Miqot(Tempat untuk niat umrah sunah) di Tan’in (yang dekat hotelku) 5 Riyal kesana lalu 5Riyal ke Masjidil Haram, atau bisa juga di Ji’rona yang agak jauhan sih dari hotel. Biayanya aku kurang tau karena nggak pernah nyoba. Boleh bebeerapa kalipun umrah sunnah sekuatnya fisik.

4 Comments

  1. Avatar

    just share info aja, RATU MEDIKA adalah toko online yang menjual kursi roda traveling untuk jalan-jalan. Kursi roda liburan (kursi roda bepergian) ukuran kecil dan ringan. Kursi roda haji yang biasa digunakan saat naik haji dan naik pesawat. Kursi roda lipat ukuran mini yang ringan dan praktis masuk bagasi pesawat, untuk lebih jelasnya dapat membuka link ini: RatuMedika.com

  2. Avatar

    just share info aja, RATU MEDIKA adalah toko online yang menjual kursi roda travelling untuk jalan-jalan. Kursi roda liburan (kursi roda bepergian) ukuran kecil dan ringan. Kursi roda haji yang biasa digunakan saat naik haji dan naik pesawat. Kursi roda lipat ukuran mini yang ringan dan praktis masuk bagasi pesawat, untuk lebih jelasnya dapat membuka link ini: RatuMedika.com

Leave A Reply

Navigate