Unforgotable Moment 2k15 (Empat)

Nggak terasa sebentar lagi mau memasuki musim Haji lagi, whehe.. Yang nulis kelamaan sih.

 
 
Lagi stuck #abaikan.
 
 
Setelah kepulangan dari Mina yang pasti ada waktu bebas untuk umroh maupun sekedar sholat di Masjidil Haram, nah sambil menunggu giliran kami untuk menuju ke Madinah.
 
TOUR!!!
 


Yang pasti dari pihak penyelenggara sudah membicarakan sebelum hari H perkara tentang tour ini. Tour diadakan 2x sekitar tanggal 30 September dan 9 Oktober yey! Nah berhubung aku lupa yang mana 30 September dan mana 9 Oktober maka dari itu aku jadiin satu kali aja :Dv
 
Tujuan pertama kami menuju ke Jabal.. entah lupa namanya disitu dikatakan oleh pemandu tournya bahwasannya saat Nabi Muhammad SAW pertama kali menyebarkan islam dikejar-kejar oleh orang kafir selama tiga hari tiga malam hendak hijra ke Madinah langsung ke bersembunyi di gua tsur. Nah berhubung menaiki gunung tersebut kira-kira ukuran orang indonesia memerlukan waktu dua sampai tiga hari untuk sampai di puncaknya jadi kita cukup melihat dari bawah saja. Berbeda dengan jamaah haji dari lain negara, mereka berinisiatif untuk naik karena penasaran dengan gua, juga memang paket wisata dari masing-masing negara tersebut.
 
Sebenernya sih sempat berfoto dari bawah, namun karena memory card rusak dan yang foto ini belum ku pindah ke laptop jadi ya…. cukup tau aja. Sejujurnya aku sih pengen tau Jabal Magnet itu seperti apa, namun karena ada kejaian tak menyenangkan sewaktu salah satu jamaah pergi kesana, maka dari itu adanya penutupan sementara area Jabal Magnet. Yah, sedih ._.v
Perjalanan selanjutnya menuju ke Jabal Rahmah, hueeee. Ini yang paling ditunggu-tunggu :Dv Tempat dimana bertemunya Nabi Adam AS dan Siti Hawa setelah 400 atau bahkan dilain hadist 600 Tahun terpisah dan di turunkan ke Dunia. Well, karena kami mengejar waktu jadinya rombongan dari kami tak diperkenankan untuk menaiki bukit yang terdapat batu tersebut, nah bisanya Cuma foto-foto sama berdoa dari bawah aja. Nah, ssaran nih ya, banyak orang yang sampai memegang,atau mencoret-coret nama mereka dan pasangannya itu dilarang banget sampai ada yang jadi lupa kalau mereka meminta ke batu, bukan ke Allah kan jadinya sudah beda niat. Jangan sampai ya melakukan hal-hal tersebut, syirik tau!
 (Kakak ipar nih, aku dibelakang sama kakakku)
 
Di Jabal Rohmah, kami juga makan siang berupa nasi kotak yang sejujurnya aku sendiri porsinya kegedean. Eheheh.. Aku berupaya diet say! Setelah sering beli Nasi Kare tiap malem kalau nggak gitu Sate kambing yang sedep yang mas mas jualannya ganteng-ganteng kayak Ricky Harun. Astagfirullah .__.v
 

 

(resto jual kari dan sate, sate disini dibakar dengan menggunakan besi jadi ya matang diluar dan dalam, ukurannya juga besar-besar jadi satu tusuk kenyang, dua tusuk makin kenyang xD. Dimakannyapun tak menggunakan nasi, namun menggunakan roti maryam yang ukurannya kurang lebih diameter 20cm)
 
Kami juga diajak menuju pasar kambing dan tempat penyembelihannya jadi saat tour ini kami membayar sekitar 700 Riyal untuk penyembelihan setiap orangnya dan tournya. Nah penyembelihan dilihat oleh seluruh rombongan ( kalau nggak kuat dan ga bawa masker tolong jangan mendekat, baunya subhanallah sekali :Dv dan penyembelihannya sadizt )
 

 

(kambing yang digunakan untuk qurban)
 
Perjalanan selanjutnya menuju ke Jeddah tepatnya Di Masjid Apung atau namanya masjid fatimah (bukan fatimah putri Nabi) nah kami sempat diberi informasi oleh pemandu kami kalau masjid ini diberi nama Masjid Fatimah karena pendirinya adalah perkumpulan dari kaum wanita jadi pendirinya bukan bernama fatimah.
 

 

(Nggak kliatan ngapung -___-)
 
Sayang sekali, waktu kami kesana keadaan lautnya sedang surut jadi masjid tersebut tak terlihat mengapung, anyway masjid ini berdekatan sekali dengan laut merah alias pertemuan laut air asin dan laut air tawar, namun lokasi tersebut sangat berjauhan dengan lokasi tenggelamnya raja Fir’aun saar mengejar kaumnya Nabi Musa AS.
 
Angin yang berhembus sangatlah kencang, hingga menerbangkan topiku. Lucunya, saat disini aku terkena insiden jatuh karena mengejar topi itu membuat bekas luka dilutut sampai saat ini. Hhm.. Tapi tak apa, celanaku yang sobek saat itu akhirnya tertutup oleh plester saking keadaan darurat daripada lututku kelihatan :Dv

 

 
Selanjutnya kami diarahkan menuju ke Masjid Qisash. Setiba kami dimasjid Qisash diberikan pemandangan para remaja-remaja laki-laki yang sedang bermain futsal, Pemandangan x_x. Masjid ini terdapat salah satu tempat seperti mimbar atau aula terbuka. Tempat ini digunakan untuk hukum penggal bagi para pencuri maupun para orang-orang yang berbuat keji. Nah jadi mereka diarahkan ke aula terbuka ini lalu semua warga semacam melihat prosesi pemenggalan misal mereka mencuri jadi dipenggal tangannya, dll gitulah
 

 

 (Aku duduk diaulanya dan dibelakangku adalah masjidnya, luas btw)
 
Magribpun tiba, sebagian dari rombongan melaksanakan sholat magrib di masjid tersebut. Nah aku engga ehehe. Sholat di hotel saja karena skalian di Jamak dengan Sholat Isya. Aku menikmati sunset di aerah aula terbuka ini. Sunsetnya nggak terlalu dapat, tapi seenggaknya aku bisa menangkap moment ini walaupun batrai diambang habis~
 
Nah setelah itu kami kembali menuju Hotel di Mekkah dalam keadaan tepar :Dv
 
Tour sudah selesai.
 
Sejenak kami diberi arahan untuk tawaf wada’ alias perpisahan karena 2 hari lagi kami akan berangkat menuju ke Madinah. Malam harinya aku terlelap dan bermimpi bisa menyentuh Ka’bah, mimpi itu indah sekali sampai seperti nyata.
 
 
Tanggal 11 Oktober kami melaksanakan Tawaf Wada’. Aku bergabung bersama kakakku dan iparku untuk tawaf sekitar jam 8 pagi karena keadaan belum panas dan kami datang di masjid tersebut sejak subuh.
 
Tawaf Wada ini sangatlah special untukku, rasanya pengen nangis masaku meninggalkan Mekkah telah tiba, tawaf didekat dengan kabah terasa sangat ringan dan cepat. Hingga selesai 7 putaran aku minta ke Allah agar bisa titip iman dengan menyentuh Kabah.
 
Keadaan tak terduga ketika kakakku mengajak memasuki area Hijr Ismail, dengan upaya dempet-dempetan, sampai kejepit. Sampai ada yang jatuh-jatuh, sampai ada yang sholat di hijr ismail tapi terinjak, sampai aku hanya bisa berdoa dilingkaran Hirj Ismail dengan hati yang terenyuh, kapan lagi aku bisa kesini ya Allah, entah untuk berhaji maupun umroh. Aku ingin menyempurnakan hajiku yang menurutku sangatlah jauh dari kata sempurna. Setelah selesai dari Hijr ismail aku masaih juga diberi kesempatan untuk bisa memegang ka’bah. Alhamdulillah tidak berdempetan, alhamdulillah bisa merasakan harumnya kabah sampai sajadahku aku oleh-oleskan ke Kabah. Bawaannya ga mau nyuci terus :Dv harum sekali. Alhamdulillah diberi kesempatan untuk titip iman di Kabah.
 

 

Setelah itu kami meminum air zam zam lalu berfoto, Haji dan Umrohku telah usai. Hingga menunggu jam 4 sore tiba kami akan dijemput bus perombongan menuju ke Madinah.
 
 
Semakin lama nggak ngetik jadi lupa detailnya. Mohon dimaklumi 🙂

Leave A Reply

Navigate