Home Travelling Time Wisata Banyuwangi

Wisata Banyuwangi

172
0

Holaa,

Ada yang nagih atau penasaran gimana liburan kemarin ke Banyuwangi?

Nggak ada? Yaudah sih. Saya mau cerita sama yang penasaran aja. :p
Jadi perjalananku dimulai pukul 08.45 malam di titik kumpul Terminal Bungurasih kamis tanggal 30 Nopember. Karena semua teman kuliah saya yang berangkat kali ini berada di lokasi yang berbeda-beda ada yang posisi di Gresik, saya di Surabaya, ada di Sidoarjo dan Malang. Iya kita berpencar-pencar tinggalnya.

Kami pergi menggunakan mobil. Perjalanan ke Banyuwangi dari jam 09.07 malam di Terminal Bungurasih. Nah, berhubung kami berangkat berempat dan hanya saya saja yang belum bisa nyetir. Otomatis sama aman untuk tidur :3. Satu orang menjadi supir, satu navigator, satu pengganti supir tidur di dek paling belakang dan saya tidur di dek tengah (bak princess mozarra n_n)

Perjalanan terhenti di Rumah Makan Rawon Nguling, Probolinggo. Kurang lebih pukul 11 malam kami menyempatkan diri untuk makan malam. Tempat ini sangat populer dan menyediakan banyak macam makanan. Hanya saja saat itu kebetulan sudah malam dan kami konsumen terakhir maka dari itu hanya rawonlah yang tersedia. Okay, tanpa babibu kami membeli rawon dan teh. Perpaduan nikmat dikala lapar malam hari menyerang. Hehe..
Perjalanan berlanjut, tujuan utama kami yaitu Gunung Ijen Banyuwangi. WAAHH, awalnya saya sangat meragukan diri sendiri. Karena beberapa alasan yaitu cuaca saat ini sedang tidak mendukung hujan terus-terusan melanda, lalu saya sama sekali jarang menanjak ke gunung (cuma gunung kelotok, maskumambang dan bromo u,u oiya satu lagi puncak becici di wonosobo saat magang di yogya tahun lalu)
Hanya dengan bermodalkan nekat, akhirnya sampailah di lereng Gunung Ijen pukul 03.42 pagi di parkiran lereng.

Sebelum memasuki parkiran lereng, kami melewati 3 pos penjagaan dan setiap pos diperlukan membayar yang berbeda-beda. Misal pos pertama kami diharuskan membayar Rp 10.000 perorang. Pos kedua membayar Rp 5.000 perorang. Dan pos ketiga membayar Rp 5.000 perorang. Biaya tiket menaiki Gunung Ijen cukup murah Rp 7.500 perorang.

Kami sama sekali tidak berniat untuk meliat sunrise dipuncak karena sudah pasti cuacanya mendung. Maka dari itu sambil menunggu waktu subuh datang kami mempersiapkan pertahanan diri. Saya sebenarnya sudah memakai kaos hitam, namun karena mau menaiki gunung saya tambah baju rajut saya plus pakai jaket meskipun ga tebal. Celana saya pakai legging plus kulot, untuk kaki saya pakai sepatu running(ah abaikan ketidak pantasan sepatu saya u,u) oiya, jangan lupa kaos kaki!

Subuh sudah datang, setelah sholat kami mulai menaiki Gunung Ijen. Disana sih tertulis 3KM menuju puncak Ijen. CUMA 3KM ? awalnya sih ya saya yakin-yakin aja sih. Kan deket, tinggal naik. Beres. Makin lama Ya Allah saya hampir setuap kali berhenti saking gakuatnya, saya bahkan yg pakai jaket jadi dilepas karena gerah.

In frame : dimas. Photograph by Me

Kurang lebih jam 6an saya mulai memasuki pos tempat peristirahatan dan pantauan keadaan gunung. Disana terdapat satu warung dan beberapa orang yang menjual oleh-oleh dari belerang berbentuk beraneka macam.
Lanjut perjalanan kepuncak, selama sejam kami belum juga mencapai puncak. Tiba-tiba kejadian tidak kami inginkan terjadi. Hupp kabut belerang dari atas mulai turun ke bawah. Asli, semuanya bahkan samar-samar terlihat dan mata saya sangat pedih karena memakai softlens, pernapasan saya mulai sesak dan kami mulai batuk-batuk. Akhirnya kami menyerah, kami mulai turun kembali.

Kabut Belerang Menyelimuti

(Ah cupu!)

Bukannya begitu, kami lebih memprioritaskan keselamatan. 🙂
Sejujurnya kecewa pasti ada, kami nggak melihat bluefire, nggak melihat kawah kecilnya Ijen, nggak sampai puncaknya. Ah sedih deh.
Tapi mau bagaimana lagi ya, kalaupun memaksakan diri nantinya malah jatuh sakit pernapasan, sakit macam-macamnya. Kan lebih berat lagi kalau sudah begitu.

Yakan?
Nah sebelum memasuki pos pertama tadi kami akhirnya menyempatkan foto-foto berhubung kabut belerangnya sudah mulai tipis 🙂Perjalanan turun dimulai, kali ini justru teman saya yang lelah, sedangkan saya turun santai dan terstruktur kecepatannya hehe.. kebalikan saat menaiki puncak tadi. Mereka wus-wus cepat sedangkan saya seperti kura-kura  u,uSampai diparkiran kami merebahkan diri istriharat sejenak. Lelah.. luruskan kaki, minum cukup. Memasuki jam 10 lebih kami mulai mampir ke Pecel Madiun untuk sarapan dan makan siang . Lalu,minimarket terdekat dan masjid terdekat karena hari ini para lelaki jum’atan

Mereka jumatan, saya tidurdi mobil. Hehe (as always)

Tujuan kedua kami adalah.. Pantai Merah Banyuwangi

Pantai Merah

Pantai ini sangat fenomenal karena pasirnya yang agak pink di waktu-waktu tertentu. Sayangnya saat saya kesana sama sekali nggak ada pink atau merahnya u,u sedih. Tapi ya setidaknya pemandangan disana lumayan bagus. Seharusnya kami menuju juga ke pulau merah. Namun, karena keadaan sudah mulai sore dan mendung tak tertahankan akhirnya kami mengurunkan diri untuk menyeberang. Pantainya tidak terlalu ramai, cukup bersih dan fasilitas disana memadai.
Memasuki jam 03.40 sore kami mulai bergegas untuk pulang. Sebelum itu kami menyempatkan diri untuk makan di restoran terdekat ” De Tumpit Resto”. Saya melihat sekilas saat menuju pantai merah tadi, resto ini cukup ramai pengunjung berbis-bis. Maka dari itu kami menyempatkan diri mampir setelah dari Pantai Merah.
Menu masakannya beragam, kami memesan beberapa makanan yang tidak mengandung seafood (karena salah satu teman saya ada yang alergi). hanya saja salah satu pesanan kami sedang kosong yaitu sapo tofu singapore.

Dari 5 macam lauk, 5 porsi nasi dan 5 minuman kami hanya mengeluarkan uang Rp 147.000, bagi saya itu termasuk restoran yg murah dan cukup rekomended, makanannyapun enak dan rasanya pas. MANTAP deh.
Pulang sudah ke kosan Surabaya. Padahal beberapa list saya salah satunya ke Baluran. Tapi karena waktu dan hujan, ah.. sudahlah. Mungkin lain kali saya akan kembali. Bahkan masih banyak yang belum saya kunjungi di Banyuwangi n_n

My friends from left to right : dimas, kurniawan, ariel

Note :

Kami berangkat berempat. Budget yang kami habiskan hanya Rp 240.000 perorang sudah ALL IN

Love

Writer

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here