Yogyakarta ke 2

Categories Travelling TimePosted on
Tepatnya tanggal 4 April lalu, kami menyempatkan berlibur sesi ke-2. Semula personil yang ber3 karena Rizqa sedang mengikuti Escort, dia gagal join bersama kita.
So,
Hanya aku dan Dhea yang berangkat ngetrip.
Berbekal 1 motor yang hanya berdua, itinerary sudah siap dari sehari sebelum hari keberangkatan. Seperti biasa, aku dan Dhea mandi jam 4 pagi bergantian. Lalu memasak beberapa makanan untuk bekal kita dijalan. Tujuan pertama kami menuju Candi Plaosan

Candi Plaosan ini masih satu komplek dengan candi Prambanan. Yah, sedikit lebih jauh sih. Dan Uniknya dari Candi ini adalah lokasinya yang tidak terlalu tinggi namun sekitarnya masih banyak sawah-sawah yang mengitari. Kami sampai di Candi Plaosan sekitar pukul 6 pagi, namun sejujurnya belum dibuka kawasan tersebut untuk umum.

Rencana awalnya kami ingin mengejar sunrise, tapi gagal karena kabut pagi lumayan tebal.

Well, kami berdua menggunakan alasan dari Brawijaya Malang jurusan Pariwisata._.v dan ternyata dibolehin masuk, whehehe.. Candi berasa private karena sepi sekali hanya ada kami berdua. Berhubung kepagian, mas-mas dan bapak-bapak yang di pos jaga juga sepertinya sibuk akhirnya kami berjalan masuk saja tanpa bertanya-tanya maupun penjelasan. Hanya berbekal penjelasan yang terpampang dalam mading yang bisa kita baca.

Candi ini lumayan unik juga karena candi utamanya terletak ditengah dan di himpit 3 barisan candi kecil ke samping dan depan. Candi utamanya juga lumayan besar dan ada 2 bangunan. Bangunan tersebut sebenarnya dikunci, namun saat menjelang semakin siang pintunya sudah di buka dan didalaamnya terdapat beberapa ruangan dan berbagai karakter arca. Sejujurnya aku ga berani masuk kedalam ruangan tersebut dan hanya dhea yang masuk sejenak karena selain lembab, hawa-hawanya serem vroh, kita cuma berdua-cewe- juga tanpa ada yang jagain #ehh

Nah, kalau pagi-pagi kesini sebenernya nggak salah juga sih, seharusnya biaaya masuk candi Plaosan sekitar 3.000 perorang (waktu kami berdua masuk yang bawa tiket belum dateng sih), akhirnya kami disuruh bayar seikhlasnya aja. Eheheh… Oiya, kalau lagi lucky seperti kita, kalian bisa lihat senam didepan plataran Candi. Senam ibu-ibu ._.v eh bapak-bapak juga sih. Banyak anak muda juga yang nimbrung. Dan setelah itu warga lokal mulai memasuki kawasan Candi dan mulai rame..
Yasudah, saatnya kita cabut.
Jam menunjukkan pukul 08.00 dan kami belum ada rencana karena itinerary berantakan. Dan akhirnya aku memilih ke pantai pok tunggal! Whehe, ngidam ngets kesini. Perjalanan lumayan jauh shay, dari kota ke ujung selatan. Nah, selama diperjalanan Karena Mata kami sangat tajam  karena punya 4 Mata! Haha.. Nemu juga bukit Candi Abang diperjalanan menuju Pantai Pok Tunggal, Well, kami nggak ke bukit candi abangnya sih, tujuan kami ke Lava Bantal. Daaannnn… zonk banget alirannya lagi kotor karena bekas hujan semalam juga
Hati-hati, ekspetasi nggak sesuai reality! Dan akhirnya karena nggak nemu spot bagus dan udah males sama realitynya Lava Bantal kami bayar 2.000 buat parkir aja lalu cao lagi ke Pok Tunggal.
Waktu kami berkurang dijalan karena kelaparan, dan kami berdua ngidam banget sama soto!
Eh, kebetulan ketemu Soto disekitar Bukit Bintang dan seporsi harganya cuma 8.000 tapi banyak ngetss
Sampai di Pok Tunggal sekitar jam 10.30am. Mata kami bener-bener bersinar layaknya orang yang pertama kali lihat pantai. Iya pertama kali di bulan April dan setelah sekian lama nggak ke Pantai. Akhirnya kami meluncur jalan kaki mendekati bibir pantai!

Whihi, karena sebenernya salah juga siang-siang ke pantai tapi buat kita berdua nggak masalah. Whuaaah, bisa main air lagi. Pantainya sangat biru dan jernih. Suasana Pantai Pok Tunggal nggak ramai, jadi tenang banget. Banyak payung-payung yang terdapat di pinggir pantai. Jika ingin menikmati suasana pantainya kalian bisa menyewa payung besar tersebut. Biaya memasuki Pantai ini cukup seikhlasnya, tapi aku cuma mengantisipasi aja sih, sepanjang perjalanan masuk mulai jalan yang belum beraspal ada beberapa kotak seikhlasnya.
Untuk Biaya parkir cukup membayar 2.000 rupiah. Nyari yang deket sama pantainya aja yha!
Berhubung aku dan Dhea ingin sesuatu yang beda, akhirnya kami berdua berjalan-jalan melewati tebingnya yang nggak terlalu tinggi sih, tapi RECOMMENDED banget buat dicoba. Diatas juga terdapat beberapa  gazebo. Nah hati-hati kalau kamu kesini ya, soalnya akupun nggak tau kaalau ternyata berbayar dan karena kami cuma pakai sepatu di tempat duduk itu akhjirnya disuruh bayar 20.000 tapi sepuasnya sih. Nah, kesempatan ini akhirnya kami pake buat tidur sekalian, masa udah bayar langsung pergi aja?
Eh kami nggak sengaja ketiduran
Dan jam 12.30pm kami terbangun dengan muka freak, ion terkuras juga disini dan lupanya minum kami ada di jog motor. Pft.. Sekitar jam 1 kurang kami cabut dan mencari Beli p#cari deh.
Perjalanan kami berlanjut menuju Air Terjun Lepo Dlingo. Whuhu, Air terjun ini yang perjalanan lalu nggak terlaksana. But, karena waktu masih banyak ya, kami sempatkan kesini. Well, Air Terjun ini sebenernya nggak susah nyarinya, tapi berhubung agak masuk-masuk jadi lumayan deh ruwetnya sampai kami salah jalan, tapi bisa diatasi dengan cara puter balik, whehe..
Sampai di Lepo Dlingo dari tempat perkir menuju ke Air terjunnya memerlukan jalan kaki yang rada lama sih sekitar 10 menitan dan arenanya sedikit curam. Lalu dilanjutkan turun dengan anak-anak tangga yang masih tanah jadi sedikit licin.
spot ke 1
Air Terjun ini terbagi 3 spot. dan aku paling suka spot yang ke 2. Sejujurnya ekspetasi kami airnya sih biru atau hijau karena lumut, eh tapi tidak sesuai realita. Air terjunnya agak bening, namun agak kumuh juga sih. Bayangan pertama mau main basah-basahan jadi gagal. Beda banget sama Air Terjun yang ada di Tulungagung namanya Alas Kandung. Simak perjalanan kami di blog rekan saya -> Wisata Murah Air Terjun Alas Kandung dan Pantai Pangi

Jangan dicariin foto saya yang mana ya! Whehe..

spot ke 2
Budget memasuki Air Terjun Lepo Dlingo ini cukup membayar seiklasnya dan hanya satu pos aja. Sedangkan biaya parkir Rp 2.000 rupiah.
Hari sudah semakin sore, sekitar jam 02.30pm. Kami on the way ke tujuan terakhir untuk menikmati sunset.

Kami akhirnya memilih ke Bukit Puncak Becici, whehe.. Dari tempat perkir menuju kawasan becicipun nggak terlalu jauh, dan kita berdua beristirahat disalah satu tempat duduk, akhirnya kami makan sore dari bekal tadi pagi masak, dan dilanjut menuju ke atas, sebelum sampai dipuncak, kami melewati hutan-hutan pinus. Kayaknya dipegunungan hobby banget ya nanem pinus? Spot 360 derajat ini lumayan recommended buat kamu yang nggak terlalu suka antri di Kali Biru.

 

puncak becici
View yang bangus ngets dan belum terlalu rame juga sih. Kebetulan jarang 5 menit setelah sampai dipuncak, tempat yang persis di kalibiru sedang kosong 1. Jadi langsung dah naik keatasssss. Hh~ Suasana semakin menjelang malam semakin dingin, well karena jam 5 kurang sudah mulai mendung. Sepertinya sunsetnya nggak bisa dapat perfect, jadinya ya kami berinisiatif untuk pulang.
 
View dari ketinggian pucak becici (Sponsor by Convers :3 Ini tempat kacamata kita, nggak sengaja produknya sama tapi isinya beda kok!)
Feeling kita berdua sangat tepat, saat sampai di parkiran langsung hujan deras melanda wilayah ini, dengan berbekal jas hujan, kita hadapi juga saat perjalanan pulang. Saat magrib berkumandang, sangat teringat kami nyasar dan nggak bisa memakai google maps karena menyalakan HP saat hujan deras dan petir? Nyari mati vroh! Akhirnya kami tanya pada orang sekitar dan Alhamdulillahnya ditunjukkan jalan yang benar dan akhirnya sampailah pada ring road selatan
Sampai di daerah kota gede kami berniat mengembalikan kamera sebelum jatuh tempo, perjalanan menuju kosan. Finally, kami langsung mandi bergantian. Nyuci piring bekal, dll  dan akhirnya, kami berdua seketika lemas tak berdaya dikasur.
Oiya,selama liburan ini aku sama sekali nggak nyetir karena pandangan mataku yang lagi bermasalah. So, aku digonceng terus. Dan Alhamdulillahnya aku punya temen yang strong kayak Dhea dan nggak ngeluh waktu keadaanku yang nggak bisa ngegantiin dia. Whehe.. Dan Sejujurnya kami travelling ini sedang dalam keadaan nggak boleh sholat. So, refreshing kali ini loss sampe akhir.
With Love
Writer

Mozarra

Travelling addicted.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *